Menemukan Tuhan lewat keindahan ciptaan-Nya

Di waktu senggang aku suka berjalan-jalan dan bermeditasi.
Melihat alam sekitar memuliakan Tuhan dengan caranya sendiri dan menguatkan imanku.
Disini kubagikan refleksiku akan apa yang kupandang:

Sunguh Indah Karya Agung-Mu Tuhan

Sungguh Indah Karya Agung-Mu Tuhan

Foto0130

Dimana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,

Aku ada di tengah-tengah mereka

Foto0129

Yesus berkata, “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup”.

Terpujilah Tuhan!

Yohana Eny Prihatiningsih

Surat Edaran Federasi no. 6

“Kita akan mendapatkan bahwa jalan-jalan yang berduri dan berbatu akan bertabur bunga bagi kita dan berlantai emas mulia” (Pr R 27)

Piacenza, 25/11/13

Saudari-saudariku yang terkasih,

Pertemuan Dewan Federasi diadakan tanggal 23 November 2013 di Brescia. Pada saat yang berdekatan diadakan konferensi dengan tema: “Kakak beradik Girelli dan Kompania Santa Ursula”, dan pembaktian diri seorang suster.

Kami amat gembira boleh bertemu di dekat Bunda Angela, di Gereja yang menyimpan jasad beliau. Kami sungguh merasakan kehadirannya. Bunda tidak pernah berhenti menemani dan mem-bantu kita setiap saat di mana saja.

Konferensi ini dan Pertemuan Dewan adalah suatu anugerah. Kami merasakannya sebagai perwujudan nyata pesan Santa Angela:

“ …. biarkanlah mereka mendengar khotbah atau ceramah singkat… mereka bertemu satu sama lain sebagaimana layaknya saudari-saudari yang saling mencintai, sambil membicarakan hal-hal yang rohani, mereka bergembira bersama dan saling meneguhkan, hal ini akan sangat bermanfaat” (N 8).

Hal yang sama ditegaskan pula dalam Konstitusi kita:

“ … itulah saat-saat rahmat bagi Kompania yang memungkinkan kita saling membagikan cita-cita yang sama, mengajari kita sukacita kebersamaan, mengalami secara lebih mendalam kehadiran Pendiri kita sebagai perantara.” (Konstitusi #15)

Ada banyak masalah dan keprihatinan kami, khususnya saat Dewan merasa tidak sanggup menolong mengatasi kesulitan Kompania-kompania dan Kelompok-kelompok kita.

Baiklah segala suka duka yang kita alami kita persembahkan kepada Tuhan dalam doa. Doa dan dukungan anda sekalian menguatkan kami.

Karena itu berdoalah bagi setiap anggota Dewan, dan marilah kita tetap saling mendoakan, sementara kita melanjutkan peziarahan sebagai saudari satu sama lain.

Ada beberapa berita yang ingin saya sampaikan:

Pertemuan Anggota Muda

Pertemuan anggota muda yang masih dalam masa pembinaan akan diadakan:
• di Milan untuk Italia Utara 9 Februari 2014. Penghubung: Maria R. (t el 338 8927699, 049 720 362), Valeria B. (Tel 338 1369530, 0461 551164)
• di Catania untuk Sicilia tanggal 22 Februari 2013. Penghubung: Enza A. (Tel: 347 1373029)

Untuk Sicilia, diadakan acara “dua hari berbagi persaudaraan” yaitu pada tanggal 27 dan 28 Desember 2013 di Canicatti di “Casa Angela “, terbuka untuk teman-teman OMK yang ingin mengalami “spiritualitas Merician.” Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Enza.

Saya sangat senang pertemuan ini diperluas cakupannya. Saya mengajak para pemimpin dan pembimbing pelatihan awal untuk mendukung mereka dengan doa dan menguatkan keyakinan mereka.

Hari-hari Pendalaman Rohani

akan diadakan di Brescia Jumat, 2 Mei, 2014, mulai pukul 10 pagi sampai Minggu siang 4 Mei 2014 untuk para pemimpin dan wakilnya serta formatris pembinaan awal.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat rasa tanggung jawab para Pemimpin bagi Kompania, membicarakan kesulitan-kesulitan yang dialami Kompania di bawah tanggung jawab mereka, saling berbagi pengalaman dan saling mendukung.

Saya mengundang semua untuk ambil bagian dalam “penyembuhan bersama” ini. Walaupun pertemuan ini singkat saja, pasti akan bermanfaat bagi hidup rohani dan ikatan persahabatan kita. Kita akan terbantu untuk makin menyayangi satu sama lain.

Tanggal 4 Mei 2014, di hari terakhir pendalaman rohani ini ada pertemuan untuk semua suster dalam pembinaan awal, baik dari utara maupun selatan.

Pertemuan Internasional

Dimulai Minggu 27 Juli sampai Kamis 31 Juli pagi hari setelah misa pagi bertempat di “Casa tra noi” di via Monte de Gallo – Roma.

Memang masih lama, tetapi mohon siapkan cuti dari jauh hari agar anda dapat menghadirinya. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi bendahara kita Rosa Bernasconi Tel. 031 986480, 328 6632995.

Para Mitra yang Setia

Beberapa Kompania minta penjelasan lebih lanjut tentang Mitra. Hal ini sebenarnya sudah dijelaskan dalam Konstitusi #27.1 dan #27.2 bahwa Federasi memberi kebebasan pada Kompania untuk mengatur apa yang baik bagi mereka.

Hanya saja, Dewan mau berpesan bahwa mitra adalah orang Kristiani yang ingin belajar dan mengikuti Spiritualitas Merician. Itu berbeda dengan para sukarelawan yang kadang membantu karya Kompania, Kompania, atau anggota Kompania.

Setiap Dewan Kompania boleh saja menentukan macam kelompok yang akan dibentuk.

Tentang hal itu ada bacaan yang bagus, berjudul “Dedica a lettore” (diperuntukkan bagi pembaca), artikel dr. Daniela Leggio yang didasarkan pada Kode Trivulzianus.

Kompania Baru di Toronto

Menanggapi permintaan Pimpinan Kompania Canada Terese Bolduc, Dewan Federasi secara bulat menyetujui kompania baru ini dimasukkan ke dalam Federasi. Anggotanya ada 12 orang. Sekarang kita tinggal menunggu konfirmasi Tahta Suci.

Dewan Federasi

Dewan Federasi akan bertemu kembali pada tanggal 4 Januari di Wisma Betania, Milan. Pertemuan itu akan didahului hari-hari pendalaman spiritualitas.

Buletin “Responsibilita” No 3, seharusnya sudah diterima oleh saudari sekalian. Buku ini sangat penting. Tebal, karena memuat semua pidato konferensi internasional yang lalu, sangat berguna dan penting bagi pembinaan kita semua.

Di dalamnya ada pesan-pesan dari Asisten Gerejani, dari Presiden, dan banyak refleksi yang dapat dipakai untuk memperdalam spiritualitas Merician. Gunakanlah dengan baik untuk renungan pribadi maupun untuk disharingkan dalam Kompania masing-masing.

Saya akan mengakhiri surat ini. Mohon maaf atas keterlambatan dalam mengirim surat edaran ini karena ada beberapa masalah mendesak.

Kita membawa semangat Natal dalam kontemplasi, penuh kagum atas misteri besar kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Kepada para Asisten Gerejani yang terhormat, kepada Anda sekalian dan kaum keluarga Anda saya sampaikan harapan berkobar untuk sebuah awal baru penuh sukacita Injil.

Saya memeluk anda semua dalam Santa Angela.

Maria Razza – Presiden
______________________
Maria Razza
Frazionei Mottaziana, 205
29.011 BORGONOVO VAL Tidone (PC)

Berita Duka Cita

Telah berpulang ke Rumah Bapa:

Ibu Rosita ( adik Sr. Emma G, osu )
Rabu 11 Des 2013 jam 13.50.

“Ya Tuhan berikanlah istirahat kekal pada Ibu Rosita.
Seturut besarnya kasih setia-Mu
anugerahkanlah kebahagiaan surgawi kepadanya.
Moga-moga cahaya kekal menerangi dia selama-lamanya.”

Marilah kita bersama mendoakan Ibu Rosita.

Laporan Perjalanan Meity Wijaya ke Milan 28 Juli –2 Agustus 2013

Pertemuan  Internasional di San Marino,

Wanita yang dibaktikan sebagai Sekulir

Untuk pertama kalinya saya berangkat sendirian dari Jakarta ke Milan. perjalanan  selama kurang lebih 15 jam terasa sangat menyenangkan.

Di Airport Milan saya dijemput oleh  Maria Razza, Presiden Ferderasi yang sudah menunggu di pintu kedatangan. Wah, senang sekali setelah perjalanan yang sangat  jauh dan satu tahun tak bertemu, akhirnya bisa jumpa kembali.

Dari Airport ke Casa Betania naik taksi  selama hampir tiga perempat jam. Kami disambut hangat seperti keluarga yang baru pulang setelah perjalan-an jauh. Ada suasana senang dan gembira.  Saya tinggal di sana sambil menunggu Francis  dari  USA,  yang tiba 28 Augustus.

Kami berenam naik kereta kurang lebih 3,5 jam menuju stasiun Remini terus dijemput dengan mobil ke tempat pertemuan di  Hotel S. Giuseppe di San Marino. Tempatnya indah sekali, nyaman dan tenang dikelilingi bukit-bukit. Foto ini diambil di gereja San Marino

San MarinoAcara diawali dengan Perayaan Ekaristi jam 19.00. Setelah itu makan malam bersama sekitar 120 orang.  Hadir pula Bapa Uskup Adriano  Tessarollo dan 5 orang Pastor.  Para Sekulir di sana mendapat perhatian besar dari para pendamping rohani.

Selama 6 hari saya bergabung dengan saudari dari berbagai negara: Afrika, USA, Perancis, dan berbagai tempat di Italia, a.l. Roma, Trento,  Milan, Bologna.  Session demi session dilewati dengan baik dengan penuh kasih persaudaraan yang berbuah keserasian.

Hari kedua diisi oleh Uskup Adriano Tessarollo. Tema pertama: “Lima puluh tahun sesudah Konsili Vatikan II: Bagaimana kehadiran kaum awam di dunia?” Tema kedua:  “Partisipasi  dalam kehidupan Gereja.”

Hari ketiga diisi oleh seorang wartawati profesional  Marisa Sfondrini yang membawakan tema ketiga dan keempat: “Awam yang dibaktikan: Apakah baptisan saja tidak cukup?” dan “Awam yang dibaktikan: Sungguhkah ‘Laboratorium’ yang diimpikan oleh Paulus VI?”

Pada hari keempat Pastor Don Massimo Naro  membawakan tema kelima: “Awam yang setia pada Kristus: Jembatan antara Gereja dan dunia.” Siangnya kami berziarah ke Loreto dan merayakan Ekaristi di sana.

Meity and CabriniPada hari kelima setelah doa pagi, Perayaan Ekaristi dan makan pagi, kami berpisah dari saudari-saudari yang  akan pulang ke tempat masing-masing. Hari keenam kami Dewan Federasi masih mengadakan pertemuan untuk membahas persoalan yang ada di setiap Kompania. Indonesia diharapkan terus berkembang, a.l. dengan belajar bahasa Itali agar dapat lebih lancar berkomunikasi selain dengan bahasa Inggris. Di sini saya berfoto dengan Mary Cabrini, seorang anggota Dewan yang tinggal di Amerika.

Tgl. 2 Agustus kami anggota dewan meninggalkan San Marino untuk pulang ke tempat masing-masing. Rasanya waktu yang dilalui dalam kegembiraan bersama itu sangat singkat dan suasana mulai menjadi sepi.

Saya kembali ke Casa Betania. Di rumah itu ada beberapa saudari sekulir yang hidup bersama. Ada Maria yang sangat setia menyiapkan makan untuk kami semua. Saya memanggilnya ‘Mama Maria’. Ada Ester dan Carla, Rina dan Virgina. Dua terakhir ini sudah sepuh dan sakit-sakitan namun mereka masih rajin membuat pekerjaan tangan seperti taplak meja dan merajut. Kadang saya goreng krupuk. Mereka semua suka karena rasanya enak banget. Mereka pesan kalau ke sana lagi jangan lupa krupuknya he….e…

Selama tiga hari di Casa Betania saya merasa seperti di rumah sendiri. Waktu siang atau menjelang makan malam kami nonton berita di TV. Untung sekali waktu itu bisa mengikuti acara perjalanan Paus Fransiskus ke Brasil. Sangat bagus dan menarik. Suasana jadi ramai kalau nonton kwis. Sesudah makan saya bantu cuci piring dan membersihkan ruang makan, pokoknya kayak di rumah sendiri.

Akhirnya tiba saatnya untuk pulang ke Jakarta. Ester dipesan oleh Maria Razza untuk mengantar saya sampai di airport. Ester tidak mengizinkan saya jalan sendirian. Selagi antri untuk check in ia pergi mencari es krim. Jadi sambil antri makan es.  Asyik juga karena di sana panas banget.

Saking semangatnya mau pulang ke tanah air saya sampai lupa minum.  Sayang tidak boleh bawa air ke dalam, jadi saya puasa minum.  Padahal antri masuk ke pesawat panjang sekali seperti ular, terus jalan ke dalam jauhnya bukan main sampai hampir ke landasan pesawat.

Demikianlah kisah perjalanan saya. Di mana saja saya bertemu dengan orang yang baik hati, baik itu saudara kita para sekulir, maupun orang-orang di pesawat. Puji syukur pada Amatore yang selalu setia mendampingi selama perjalanan ini. Terima kasih juga kepada semua orang yang telah mendoakan kami. Salam kasih dari semua anggota Ursulin Sekulir Internasional, khususnya untuk Sr. Emma.

PERTEMUAN URSULIN SEKULIR

PERTEMUAN URSULIN SEKULIR

Malang, 4-8 Juli 2013

               Pertemuan tahun ini seperti beberapa tahun lalu mempunyai ciri internasional dengan kehadiran Josephine Liow dan Ebba Fernandez dari Singapore, Helene de Beauregard dari Thailand, dan Monica Vaughan dari Australia. Maka dibuat dua buku panduan, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dengan isi yang sama. Presentasi pun dalam dua bahasa. Tema: Bersatu bersama melayani Tuhan yang Mahaagung (Prakata Regula 4). Tempatnya di Rumah Retret Susteran Misericordia, Jln. Jayagiri; sederhana tapi memadai dan harganya pun terjangkau.

Materi merupakan perpaduan dari Kata-kata Santa Angela, Konstitusi Kompania S. Ursula, dokumen Gereja (Vita Consecrata), wejangan-wejangan Paus Fransiskus, doa-doa dari Pater Adonis Llamas Narcelles, tarian-tarian biblis. Beberapa presentasi disajikan dengan powerpoint. Sesudah presentasi yang ada teksnya, refleksi dan tanggapan dari peserta yang diterjemahkan sehingga semua mengerti. Jadi semua mendapat kesempatan memberi sumbangan, bukan narasumber yang memberi wejangan.

Untuk Misa harian kami ikut para suster di kapel, memang pagi sekali, jam 05.15. Ada pastor khusus untuk Sakramen Tobat tgl 6 Juli, dan Misa Agung dengan pembaharuan Ikrar Lydia Kidarsa tgl 7 Juli. Misa sederhana tapi indah dan khusuk. Pada hari terakhir, Senin 8 Juli kami semua rekreasi ke Taman Sengkaling, tempat yang indah dan mengasyikkan.

Suasana dalam seluruh pertemuan adalah SUKACITA berlimpah. Itu sangat nyata dan dirasakan oleh semua. Imbauan Bunda Angela menjadi kenyataan: “Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cintakasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus.”
Kata-kata Pater Adonis pun terwujud: “Katakanlah hanya yang baik; lihatlah hanya yang baik pada orang lain, dan katakanlah itu kepada mereka. Bermurah hatilah dalam memberi peneguhan. Banjiri orang lain dengan kata-kata baik, karena kebaikan yang anda lihat dan katakan pasti akan kembali kepada anda.”

Para peserta dari luar negeri baru pulang tgl. 11 Juli, jadi beberapa di antara kami tinggal untuk menemani mereka. Kami pergi ke pantai selatan Malang dan ke Selecta serta air terjun di Batu. Tempat-tempat indah itu mengangkat hati kepada Allah Pencipta dan mendekatkan kami satu sama lain.

Kami banyak berutang budi kepada Komunitas Malang yang sangat murah hati, gembira dan ramah, penuh perhatian dalam memenuhi kebutuhan kami. Mereka mengirim mobil dengan Sr. Annette untuk menjemput kami dari airport Juanda, Surabaya dan makan siang di komunitas. Mereka juga mengirim mobil besar untuk berekreasi bersama ke Sengkaling. Selain itu komunitas juga meminjamkan peralatan berupa pengeras suara, LCD, CD player dan kursi roda.

Berikut ini tanggapan dari Josephine Liow dari Singapore:

“Yang baik: Seluruh acara dengan pembagian waktu dan topik-topik. Keseimbangan antara dokumen Gereja, konstitusi, wejangan Paus. Cukup waktu untuk sharing kelompok yang membuat persatuan kami lebih erat, dan waktu untuk pribadi. Keseimbangan baik antara ‘kerja’ dan doa, juga waktu untuk istirahat.
Kehangatan para suster dalam Kompania; sikap menerima yang begitu besar sehingga kami merasa bagian dari Kompania Indo-nesia. Tak ada perbedaan Kompaniaku dan Kompaniamu. Pembinaan yang diberi kepada para Suster selama bertahun-tahun nampak dalam sikap hormat mereka satu kepada yang lain. Mereka nampak taat, punya semangat doa dan sopan serta ramah kepada tamu. Makanan baik, sehat. Fasilitas kamar sederhana tapi memadai.
Kami mohon supaya diundang setiap tahun, dan kalau bisa, kami pasti datang, sebab kami belajar banyak dan sesi-sesi sangat berguna. “

Tidak heran kalau ada sukacita, sebab Amatore, sang Kekasih, sumber sukacita, ada di tengah-tengah kami bersama Bunda Maria dan Bunda Angela. Sampai tahun depan di Jakarta.

Pin-KSU-3

Keperawanan seorang wanita yang dibaktikan pada Tuhan.

Paus Fransiskus mengingatkan bahwa wanita yang dibaktikan adalah seorang ibu: “The consecrated are mothers.”

Consecrated mothers:

Kaul keperawanan bukan kaul untuk tidak kawin dan tidak mencinta.
Kaul itu untuk memberikan cinta seutuhnya kepada Tuhan,
Dan dengan cinta yang utuh itu mencintai semua orang.
Menjadikan cintanya subur.
Tanpa melahirkan secara fisik menjadi ibu dari banyak orang.
Lihat Ibu Teresa dari Kalkuta.

Bukan seperti perawan tua yang hidupnya mandul.
Tidak punya siapa-siapa untuk berbagi cinta.
Ia hanya hidup untuk diri sendiri.

Seorang ibu menerima, mengandung, sakit bersalin,
membesarkan anak, member hidupnya untuk anak.

Consecrated mother:

Menerima kasih Allah, seperti Bunda Maria
mengandung dari Roh Kudus,
Mengandung cinta itu, mematangkannya,
melahirkan hidup baru dalam orang lain
dengan menanggung sakit bersalin, penderitaan, mati raga.
Memelihara hidup rohani anak-anak asuhnya,
berbagi kasih dengan mereka,
memberikan hidupnya bagi mereka,

Menjadi subur dalam kasih.
Maria adalah perawan.
Tapi ia menjadi ibu semua orang.
Itulah consecrated mother.

http://visnews-en.blogspot.com/2013/05/careerists-and-climbers-doing-great.html

Sharing kisah panggilan: Lena Muljana

Pada suatu kesempatan, saya meminta Kak Lena menuturkan kisah panggilannya:

“Iya, kisahnya begini… Kak Lena merasakan panggilan tahun 1988. Ada perasaan ingin berbakti kepada Tuhan, ingin lebih dekat dengan Tuhan, tetapi belum tahu wadahnya…

Lalu mulailah mencari dan bertanya-tanya pada Romo, tetapi belum dijawab..

Kurang lebih tahun 1990 Sr. Emma memberi seminar KS di Paroki di Jakarta, di dekatnya ada pemudi-pemudi.  Saat bertanya pada Romo, oleh Romo dijawab, ‘Nah, ini dia, Sr. Emma punya kelompoknya!’. 

Kak Lena lalu ketemu dengan Sr. Emma-nya, ngobrol-ngobrol… makin dekat.. Kemudian ada kesempatan konsultasi dengan Romo Wono Sunaryo SJ, Romo yang lain lagi, beliau ini sahabat Sr. Emma.

Atas anjurannya, Kak Lena membuat CV, biodata lalu dikirim ke Bandung.

Kemudian, ada jawaban dari Kompania: Welcome!

Juni 1993 aku diundang ikut Pernas di Bandung, Papi Mami sudah ijinkan.

Tapi kemudian Mami Kak Lena sakit dan bulan Mei 1993 meninggal.

Meninggalnya Mami membuat Kak Lena jadi ragu-ragu tetapi Papi menguatkanku supaya tetap berangkat, teman-teman dan Romo juga mendukung. Pertemuan berikutnya, tahun 1994, Kak Lena diterima oleh kawan-kawan menjadi calon anggota Kompania, dan tanggal 25 Juni 1997 mengucapkan ikrar pertama di Biara Santa Maria Jl. Juanda Jakarta.”

Sebenarnya….  siapakan Bunda Angela bagi kak Lena ?

“Bagiku Santa Angela adalah idolaku, aku ingin mengikuti teladan, semangat hidupnya, dan semangatnya dalam melayani. Aku tuh kagum.. kog ya dia mau.. padahal abad itu keputusan beliau begitu kontroversial, ini bukan zaman modern. Aku mau mengikuti jejaknya, semangat kegembiraannya, dan contoh hidupnya melayani tanpa pandang bulu.

Perkembangan Kompania di Jakarta agak kurang, selalu ada pemudi yang bertanya-tanya, hambatannya terutama bingung: pertanyaan yang umum ditanyakan: ‘kok bisa hidup dalam keluarga tapi selibat? ; kenapa tidak nikah? ; ada perasaan risi, gadis tidak nikah, tidak ada tanda pengenal khusus, semisal suster yang pakai jubah? ; ada juga yang mencemaskan hari tua bagaimana nanti.. ‘ Tetapi sebenarnya kita tidak perlu kuatir.”

Ya, memang Yesus saja pernah berkata ‘Marilah dan kamu akan melihatnya‘ ( Yoh 1:39)  kepada Andreas dan kawannya yang hendak mengikuti cara hidup-Nya. Kalau memang sudah berniat sungguh untuk melayani Tuhan, kehendak Tuhan bisa dicari bersama-sama, bahkan dengan tuntunan bimbingan rohani.

Lalu apa sih… yang paling berkesan bagi Kak Lena selama ini ?

“Yang paling berkesan bagi Kak Lena selama ikut kompania adalah: berita bahwa boleh ikrar pertama. Direncanakan ikrar pertama Kak Lena tahun 1998, kenyataannya dipercepat ke tahun 1997,  wah surprise! Amat berkesan dan menggembirakan.. aku sangat terkejut tapi gembira, tahun 1998 ada ramah-tamah di Biara Anggrek (Bandung), sempat ada temanku dari paroki  di Jakarta yang datang.

Untuk ke depannya Kak Lena berharap, Kompani lebih berkembang, lebih banyak anggota, senantiasa berupaya menambah lagi teman.

Biasanya Kak Lena suka menyelipkan brosur kita.. Kalau ada yang bertanya selalu bilang yang penting Perempuan dulu, lalu sehat jasmani rohani, gembira. Kerja atau home industri atau wiraswasta.

Kak Lena merasakan, pengaruh keikutsertaan dalam kompania terhadap hidup sehari-hari besar. Kak Lena dalam merias jenazah menjalankannya dengan gembira, selalu minta bantuan Bunda Angela: ‘Bunda, tolong saya supaya lebih kuat dalam panggilan ini.’

Mengenai hari tua,  Ibu Pimpinan Federasi pernah bilang kalau tua ya bisa kembali ke keluarga, tidak usah mikir sampai mumet gimana ya..  entah ikut keponakan atau sepupu… dari awal sudah berusaha mulai menabung. Yang penting sekarang melayani dengan gembira, melayani penuh kasih dengan bantuan Bunda Angela, kawan sekalian, dan Tuhan Yesus Amatore. “

Terima kasih kepada Kak Lena yang bersedia membagikan kisah panggilannya 🙂

Kak Lena.. bentar lagi ulang tahun nih… tanggal 28 Maret… kita doakan ya, dan mudah-mudahan harapan Kak Lena biar  banyak teman yang gabung dikabulkan.

* Amatore = panggilan Ursulin untuk Yesus, artinya “Dia yang mengasihi”.