Author Archives: Lyd

Mengenal Kompania Santa Ursula Indonesia

Oleh: Meity Wijaya

Awal mulanya

Pertama saya ucapkan  terima  kasih atas  kesempatan  yang  diberikan  kepada saya untuk memperkenalkan Kompania  Santa  Ursula Indonesia, di mana saya menjadi anggota.

Tanggal 26-29 Juni 1989 diadakan pertemuan bagi siapa saja yang ingin menghayati semangat Santa Angela Merici. Pertemuan yang diadakan  di Jalan Anggrek 2, Bandung itu menghasilkan tiga wadah:

  1. Kerabat Santa Angela, yang anggotanya terdiri dari pria dan wanita, menikah dan lajang, pokoknya siapa saja yang ingin menghayati semangat Santa Angela dalam hidup mereka.
  2. Putri-putri Santa Angela: Kelompok wanita lajang yang membaktikan diri kepada Tuhan dengan semangat Santa Angela dan tetap tinggal dalam masyarakat.
  3. Kompania Santa Ursula, Kelompok wanita lajang yang menjalani hidup bakti di tengah masyarakat dengan semangat Santa Angela. Kelompok ini memilih untuk bergabung dengan Federasi Kompania Santa Angela, bentuk asli yang didirikan oleh Santa Angela dalam tahun 1540. Kompania itu berkembang secara otonom di berbagai negara sampai didirikan Federasi Institut Sekulir Santa Angela Merici – Kompania Santa Ursula” pada tanggal 25 Mei 1958 dengan hak kepausan diresmikan dengan dekrit “Vetustum et Praeclarum Institutum”.

Perkembangan Kompania Santa Ursula Indonesia

Selanjutnya saya perkenalkan bentuk yang ketiga ini. Para anggotanya disebut Ursulin Sekulir, untuk membedakannya dari Ursulin Biarawati. Kompania tersebar di beberapa keuskupan: Jakarta, Bandung, Yogya, Madiun, Malang, Kupang, Larantuka. Setiap tahun kami mengadakan Pertemuan Nasional dalam bulan Juni atau Juli, waktu liburan sekolah. Dari tahun 1990 sampai 2003 Pertemuan Nasional kami dipimpin oleh Elisa Tarolli, anggota Dewan Federasi di Brescia, Italia. Kelompok Indonesia merupakan cabang dari Kompania Brescia.

Bulan Juni 2005 diadakan Kapitel pertama dihadiri oleh Ketua Federasi dan Catarina Dalmasso. Kompania Santa Ursula Indonesia diresmikan sebagai Kompania yang otonom dengan pimpinan sendiri, karena jumlah anggotanya sudah ada 12 yang berikrar.

Federasi Kompania Santa Ursula resminya bernama: Institut Sekulir Santa Angela Merici – disingkat ISSAM. Anggota ISSAM ada sekitar 4000 orang, tersebar di Italia Perancis, Jerman, Swiss, Malta, Kanada, USA, Brasilia, Etiopia, Australia, Filipina, Vietnam, Singapura dan Indonesia.

Hubungan Internasional

Hubungan internasional terselenggara melalui konferensi-konferensi, biasanya di Italia, Rapat Dewan Federasi di mana saya juga anggotanya, buletin dan surat edaran dari ketua Federasi. Rapat Dewan cukup sering diadakan, tapi bagi saya cukup dua atau tiga tahun sekali mengingat jarak yang jauh.

Pernas kami pun beberapa kali, dan tiga tahun terakhir ini berturut-turut, dihadiri oleh teman-teman dari Thailand, Australia, Singapura, Filipina, sehingga diadakan dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Pertukaran Internasional ini sangat memperkaya dan memperluas wawasan kami.

Cara hidup Ursulin Sekulir  

Kami tidak punya seragam, tidak punya kerasulan bersama, tidak memiliki rumah pusat. Masing-masing tinggal di rumah sendiri atau bersama keluarga. Kerasulan kami adalah pekerjaan kami masing-masing: Ada yang di sekolah, di toko, di rumah tangga, di gereja sebagai koster, dll.

Tujuan dan Penghayatan Triprasetya

Tujuan Ursulin Sekulir adalah: Hidup sebagai wanita yang dibaktikan kepada Tuhan dengan hadir di tengah masyarakat. Di situlah kami melayani Tuhan yang Maha Agung dalam sesama. Cara hidup ini tujuannya sama dengan hidup membiara, yaitu memuliakan Tuhan dengan kekudusan pribadi. Sarana yang dipakai pun sama, yaitu doa, matiraga, dan menghayati nasihat-nasihat Injil keperawanan, kemiskinan dan ketaatan.

Ketaatan: terutama kepada Roh Kudus yang bisikan-Nya selalu terdengar dalam hati nurani. Makin murni hati kita, makin jelas suara itu terdengar. Kami taat kepada Hukum Allah dan Gereja, kepada Konstitusi Federasi, kepada Uskup setempat, kepada pemimpin Kompania. Kami mempertanggung jawabkan dan minta izin atau nasihat kepada Pemimpin dalam hal-hal besar, misalnya pindah pekerjaan, pindah rumah.

Keperawanan: Menjaga kemurnian hati, dan di atas segalanya memelihara kasih yang berkobar kepada Yesus, Kekasih kami. Kami senang memakai istilah Italia untuk kekasih, yaitu Amatore. Kami berusaha hidup sebagai mempelai-Nya yang suci murni, mengusahakan hubungan kasih yang mesra dengan Tuhan lewat hidup doa kami: Perayaan Ekaristi, sebisa mungkin setiap hari, Ibadat Pagi, Sore dan Penutup, Membaca dan merenungkan Sabda Tuhan, sebisanya satu jam sehari, menerima Sakramen Tobat secara teratur sebulan sekali.

Kemiskinan: Kamiskinan kami bukan dalam hal tergantung dan meminta, tapi justru dalam memberi. Masing-masing punya penghasilan sendiri yang dipakai untuk kebutuhan hidup; sebagian disisihkan untuk hari tua dan untuk disumbangkan kepada keluarga atau orang miskin. Kami memberi petanggung jawab tentang keadaan ekonomi secara keseluruhan kepada pemimpin. Pengeluaran sehari-hari tidak perlu dilaporkan. Untuk pengeluaran besar, misalnya memperbaiki rumah, atau mau beli kendaraan, perlu minta izin kepada pemimpin.

Tiap kelompok, yaitu Jakarta, Bandung, Jateng dan Jatim, Flores dan Timor punya uang kas untuk menolong anggota yang membutuhkan, misalnya kena musibah, dan meringankan biaya Pernas.

Penerimaan Anggota Baru

Penerimaan anggota baru merupakan wewenang Pemimpin dan Dewannya. Syarat-syaratnya menjadi anggota adalah sebagai berikut:

  1. Punya keinginan untuk membaktikan hidupnya kepada Tuhan sebagai sekulir;
  2. Sudah dibaptis dan menerima sakramen krisma;
  3. Sehat jiwa raganya;
  4. Berusia antara 21-35 tahun;
  5. Punya pekerjaan tetap;
  6. Tidak terikat pada tarekat hidup bakti lain.

Tahap-tahap Pembinaan

  1. Masa Perkenalan selama satu tahun: Calon menjadi peninjau dan ikut dalam pertemuan bulanan yang diadakan sekali sebulan dalam kelompok.
  2. Masa Pembinaan awal selama dua tahun: Dalam Pertemuan Nasional calon minta secara resmi untuk diterima. Ia menjadi “Novis” dan dibimbing oleh anggota yang ditunjuk untuk itu. Misalnya Ona Cresentia untuk Flores dan Timor. Seorang calon anggota di Bandung dibina oleh Sr. Emmanuel Gunanto, Pembimbing Rohani KSU Indonesia. Sebelum KSU dimulai di Indonesia, Sr. Emma sudah mendapat training dari Ibu Elisa Tarolli, dan menjadi penghubung antara Indonesia dan Brescia.
  3. Masa Ikrar Sementara. Sesudah dua tahun, calon boleh mengajukan permohonan untuk mengucapkan Ikrar Ketaatan, Keperawanan dan Kemiskinan di dalam Kompania. Ikrar sementara ini untuk dua tahun, lalu dibaharui lagi untuk tiga tahun. Selama masa ini ia dibina oleh anggota yang diberi tugas pembinaan dalam Kompania.
  4. Anggota penuh: Sesudah menjalani ikrar sementara selama lima tahun, anggota boleh mengikrarkan triprasetia seumur hidup yang menjadikan dia anggota penuh.

Suka Duka Ursulin Sekulir

Menjalani hidup ini sebagai pengantin Kristus, menjadi kekasih Yesus, Sang Mahakasih, merupakan sukacita yang tidak habis-habisnya setiap hari. Kami mempunyai kekasih, Sang Amatore, yang setia setiap waktu, yang bisa diandalkan selalu. Sumber energi kami adalah CINTA. Kami tak pernah lupa apa yang terus didengungkan oleh Ibu Elisa Tarolli: CINTA-CINTA! Kata beliau, kami ini pengantin Kristus. Setiap hari merupakan hari pernikahan kami. Mana ada pengantin yang sedih?

Kami menjalani hidup bakti ini di tengah masyarakat dengan segala masalahnya. Mau tak mau kami ikut terlibat. Tidak selalu mudah untuk melayani dengan kasih, dan menjadi wajah belaskasih Allah. Pekerjaan berat, ada banyak kebutuhan. Sebagai wanita lajang, ada banyak tantangan. Orang tidak mengerti cara hidup kami. Kami dituntut banyak. Kami lelah, tidak bisa lari ke tempat sunyi seperti di biara. Kemacetan di jalan menjadi hambatan untuk pertemuan kelompok setiap bulan. Kadang tak mungkin menjalani kegiatan rohani seperti yang kami inginkan. Di tengah segala kesibukan, kami menyerahkan diri kepada Dia dan berusaha menyatu dengan Dia, kontemplasi dalam aksi, doa 24 jam sehari, hidup dalam hadirat-Nya, dalam arus kasih-Nya dan menyalurkan kasih itu kepada dunia kita yang sedang sakit dan merana. Semoga kehadiran kami membantu terciptanya KERAJAAN ALLAH di tengah kita,  dunia penuh kasih dan damai.  Amin.

Our First Sisters

 

July 3rd, 2016 was a very special day for the Company of Saint Ursula Indonesia. Two of our eldest sisters celebrated their 25th anniversary of consecration. God has planted the seeds, looked after them lovingly and harvested them with overflowing joy. How wonderful it is to contemplate His faithfulness and love!

 

More than 27 years ago two ladies from different cultural backgrounds crossed their path and became sisters in this journey following the footsteps of Saint Angela Merici. On June 29th 1991, 25 years ago, both of them made their first consecration. Coincidentally the two were born in the same year 1952, named Maria Dolorosa da Silva and Margaretha Siti Asiyah – affectionately called Rosa and Etha

 

Rosa was a lecturer at the Catholic University of Kupang until the end of her duty. She is a very caring and loving sister. She would often ask how we are doing in the midst of this hectic life, full of challenges. She would then encourage us to remain faithful to our consecrated life. 5th Counsel 1-2.

Now at home in Kupang, East Indonesia, Rosa looks after her nephew and is actively involved in the formation of Merry our candidate. Together with Cresentia they have their monthly meetings in Kupang.

 

Etha is a very cheerful and warm-hearted person. She used to work in a girl dormitory. One former student told us that Etha was strict in keeping the rules of the house, especially the dorm closing hours. The girls were not happy about it.  On the other hand all the girls felt being loved and cared for by Etha. Her way of loving them is finally understood once they have grown into adults and appreciate the value of discipline.

At present Etha lives in Yogyakarta, Central Java. At home she takes care of her disabled sister Christina and lovingly takes her to church. She is also involved in various activities In the parish, so that it is very difficult to contact her on her landline. She puts her heart in animating some basic christian communities, singing in the choir, organising prayers for the sick or the dead in the neighbourhood.

From the beginning Etha has never been absent in any of our annual conferences, except once when she was hospitalised. In every meeting her big laughter and tricky teasings bring joy to the atmosphere. And yet, she can be very serious when leading our singing practice. Yes, she conducts too.

Silver Anniversary

Silver Anniversary

We thank God for giving us lovely sisters in our journey together towards our common goal: Jesus and the Kingdom of God. Walking insieme hand in hand.

Congratulations on your Silver Anniversary, dear Sisters!

 

Sukacita Mendampingi Katekumen

Ketika seorang remaja jatuh cinta,
topik apa lagi yang paling disukainya
selain membicarakan kekasihnya?
Tidak ada habisnya, tidak ada bosannya,
satu jam berlalu tanpa terasa.

Inilah sukacitaku dalam bertugas mendampingi katekumen.
Aku amat suka menceritakan tentang Kekasihku.
Sukacitaku mewartakan Yesus Kristus,
berbicara tentang-Nya:
apa yang Ia katakan,
apa yang Ia lakukan,
apa yang Ia sukai,
apa yang tidak Ia sukai,
harapan-Nya,
kasih-Nya,
dan segala hal yang kuketahui tentang-Nya.

Kuceritakan pengalamanku bersama Dia…
kudengarkan katekumen kami mensharingkan pengalamannya…
sehingga kami saling memperkaya..

Aku senang memperkenalkan-Nya kepada semua orang.

Aku ingin menceritakan betapa baiknya Dia,
dan sedapat mungkin memenuhi kerinduan-Nya
untuk menjadi sahabat sejati bagiku dan sesamaku manusia.

Bandung 3 Juni 2015

Jatuh Cinta Lagi Pada Yesus

Jatuh Cinta Lagi Pada Yesus

– Konferensi Asia Pasifik Kompania Santa Ursula 2014 –

Fokus

Sepasang suami istri dan tamu-tamunya hendak menonton televisi. Usia suami dan istri terpaut jauh, suami lebih tua daripada istrinya. Tiba-tiba istri berkata, “Waktu suami saya masih muda … “ dan diceritakanyalah dengan memukau apa yang dilakukan suaminya waktu masih muda. Setelahnya, mereka menonton kembali. Lalu sang istri berkata, “Waktu suami saya masih muda … “ dan cerita menarik lain menyusul. Lagi dan lagi kata-kata “Waktu suami saya masih muda … “ menjadi pembuka satu demi satu kisah masa muda suaminya yang diceritakan dengan antusias. Sampai tuan rumah dan tamu-tamu lupa akan televisi.

demikian sepenggal kisah nyata yang diceritakan Sr. Emma dalam Konferensi Asia Pasifik Kompania Santa Ursula 2014 di Bidaracina, Jakarta tentang seorang istri yang amat mencintai suaminya. Pikirannya fokus pada suaminya itu, sampai hafal detil-detil kisah masa muda suaminya, yang mungkin terjadi bahkan sebelum dia sendiri lahir.

Saya amat terkesan akan kisah ini karena ada analoginya. Yesus lahir 2000 tahun yang lalu… saya tidak sempat melihat sendiri masa mudanya. Dalam refleksi sesi ini saya renungkan relasi saya dengan Yesus, dimana saja saya perlu berfokus kembali. Pikiran melayang saat doa mungkin karena saya memang belum memberi waktu yang terbaik dan terindah bagi-Nya. Konsentrasi buyar saat berkarya karena prioritas sering bergeser, seringkali hal penting malah terlewatkan.

“Jatuh Cinta Lagi Pada Yesus” memang tema Konferensi kali ini. Diselenggarakan tanggal 3-7 Juli 2014, dihadiri saudari Ursulin Sekulir dari Jakarta, Bandung, Malang, Madiun, Singapura, dan Australia. Dalam suasana ceria dan penuh kasih persaudaraan kami amat gembira bisa berkumpul kembali.

Kami berdoa bersama, belajar bersama, merenungkan Sabda Tuhan, Pesan Paus Fransiskus dan Kata-kata Santa Angela, bernyanyi dan menarikan tarian-tarian doa, drama dan membuat vignette – “patung” hidup tentang perikop-perikop dalam Alkitab, yang diambil dari kisah wanita-wanita dalam Injil Lukas.

Jumat, 4 Juli 2014

Kami merenungkan wanita-wanita di Jaman Yesus. Meskipun wanita Yahudi di Palestina abad pertama hidupnya amat terbatas karena budaya saat itu, Yesus membuat berbagai terobosan yang memberdayakan wanita. Tidak heran banyak wanita menjadi murid-Nya, walau pada masa itu rabbi  ( guru ) biasanya muridnya laki-laki semua.

Bersama Marta dan Maria kami menerima kehadiran Yesus di rumah ini. Bersama Bunda Maria yang sedang mengandung Yesus berjalan ke pegunungan untuk melayani Elisabet istri Zakaria, kami belajar bahwa Yesus bukan hanya untuk disimpan sendiri tetapi untuk dibagikan pada sesama. Dalam sharing kami merenungkan indahnya “Harta satu-satunya” yang kami miliki – Yesus. Tidak seperti “kue” yang akan berkurang kalau dibagikan, Yesus tidak akan habis dibagikan… jadi kenapa harus kami simpan sendiri ?

Syukur pada Tuhan, dalam konferensi ini dua orang saudari, Yustina dan Lilyana mengucapkan ikrar kekal. Seumur hidup menjadi Mempelai-Nya. Persiapan akhir dimulai dengan mendoakan secara khusus Yustina dan Lilyana dalam ibadat komunitas.

Mendoakan Lilyana dan Yustin yang akan berkaul kekal.

Mendoakan Saudari Yustina dan Lilyana yang akan berkaul kekal

Kami melalui saat-saat persiapan Sakramen Rekonsiliasi bersama.  Belajar fokus pada Yesus, seperti perempuan berdosa di rumah orang Farisi ( Luk 7:35-50) yang tidak peduli orang mau curiga, orang mau menghina, atau orang marah padanya yang penting baginya cuma satu: datang pada Yesus.

Orang bilang “Koreng yang sering dicungkil tidak akan sembuh tapi menaruh obat anti kuman pada luka sering kali perih rasanya”. Demikian pula halnya dengan beban dosa… diingatkan pun (baik oleh orang lain maupun hati nurani) kadang malah kesal sendiri rasanya..  maka kami mau berdoa pada Yesus, sang penyembuh dan pembebas untuk mohon rahmat pertobatan, kerendahan hati untuk mau mendengarkan teguran, bertobat sepenuh hati dan merayakan Sakramen Rekonsiliasi, tanda persatuan kembali dengan Allah yang Maharahim, yang mengampuni dan menyembuhkan.

Hari Sabtu 5 Juli

Setelah Ibadat Ofisi pagi dan sarapan, kami merenungkan Hana anak Fanuel (Luk 2:36-38). Karena rahmat Tuhan, Hana berjumpa dengan Mesias yang dinantikan bangsanya. Bersama Hana yang melihat wajah Allah dalam kanak-kanak Yesus di Bait Allah alangkah rindu saya untuk bisa melihat wajah Yesus dalam kanak-kanak yang saya layani.

Setelah rehat teh kami mempersiapkan Perayaan Ekaristi  dimana Lilyana dan Yustina akan mengucapkan kaul kekal mereka, dipimpin oleh Pastor J. Sudarminta.  Sudut gereja St. Antonius Padua dimana para biarawati berdoa didekor menjadi kapel ber-altar tersendiri, dengan meja-meja, kain, bunga dan lilin. Koor Legio Maria berdatangan, wajah-wajah ramah berseri dari para Biarawati Ursulin yang bersama kami turut menghadiri Misa ini. Anggota Kompania berbaris berdua-dua dalam prosesi masuk. Bunda Angela pasti senang sekali!

Dalam Misa yang berlangsung penuh kehangatan, Lilyana dan Yustina mengucapkan janji mereka untuk setia pada Kristus, mengabdi-Nya seturut teladan Santa Angela dalam Kompania Santa Ursula untuk seumur hidup.

Janji ketaatan, kemiskinan, dan keperawanan yang membawa kebahagiaan. Selamat melayani Tuhan lewat sesama, saudariku terkasih. Syukur kepada Allah!

Yustina KaulLilyana Kaul

Yustina dan Lilyana mengucapkan Kaul Kekal

Setelah Misa

Terima kasih Para Biarawati Ursulin yang menyediakan tempat, mendukung, serta mendoakan pertemuan ini.

Tua maupun muda, sekulir dan biarawati bersatu dalam sukacita Santa Angela.

Para Ursulin Sekulir bersama Sr. Agnetta yang penuh selalu sukacita. Sejak awal kami datang Sr. Agnetta bertanya, ada berapa yang mau berkaul ? Siapa saja ? Saya doakan!

Sebaliknya, kami pun bertanya padanya, apa rahasia sukacita Suster Agnetta ? Yesus!  

Terima Kasih khususnya untuk Sr. Emma G, OSU yang telah mempersiapkan bahan dan membimbing kami selama ini, Pastor J. Sudarminta ,SJ yang memimpin Misa pembaktian diri dan Pastor Alfonsus Zeam Rudi, SCJ dan Pastor Martin yang telah memberikan Sakramen Tobat kepada kami. Juga kepada Sdri. Josephine dari Singapura yang telah mengambil foto.

Kompania 2014 P1170294

Salam Kasih dari Kompania Santa Ursula.

Tuhan Memberkati.

Surat Edaran Federasi no. 6

“Kita akan mendapatkan bahwa jalan-jalan yang berduri dan berbatu akan bertabur bunga bagi kita dan berlantai emas mulia” (Pr R 27)

Piacenza, 25/11/13

Saudari-saudariku yang terkasih,

Pertemuan Dewan Federasi diadakan tanggal 23 November 2013 di Brescia. Pada saat yang berdekatan diadakan konferensi dengan tema: “Kakak beradik Girelli dan Kompania Santa Ursula”, dan pembaktian diri seorang suster.

Kami amat gembira boleh bertemu di dekat Bunda Angela, di Gereja yang menyimpan jasad beliau. Kami sungguh merasakan kehadirannya. Bunda tidak pernah berhenti menemani dan mem-bantu kita setiap saat di mana saja.

Konferensi ini dan Pertemuan Dewan adalah suatu anugerah. Kami merasakannya sebagai perwujudan nyata pesan Santa Angela:

“ …. biarkanlah mereka mendengar khotbah atau ceramah singkat… mereka bertemu satu sama lain sebagaimana layaknya saudari-saudari yang saling mencintai, sambil membicarakan hal-hal yang rohani, mereka bergembira bersama dan saling meneguhkan, hal ini akan sangat bermanfaat” (N 8).

Hal yang sama ditegaskan pula dalam Konstitusi kita:

“ … itulah saat-saat rahmat bagi Kompania yang memungkinkan kita saling membagikan cita-cita yang sama, mengajari kita sukacita kebersamaan, mengalami secara lebih mendalam kehadiran Pendiri kita sebagai perantara.” (Konstitusi #15)

Ada banyak masalah dan keprihatinan kami, khususnya saat Dewan merasa tidak sanggup menolong mengatasi kesulitan Kompania-kompania dan Kelompok-kelompok kita.

Baiklah segala suka duka yang kita alami kita persembahkan kepada Tuhan dalam doa. Doa dan dukungan anda sekalian menguatkan kami.

Karena itu berdoalah bagi setiap anggota Dewan, dan marilah kita tetap saling mendoakan, sementara kita melanjutkan peziarahan sebagai saudari satu sama lain.

Ada beberapa berita yang ingin saya sampaikan:

Pertemuan Anggota Muda

Pertemuan anggota muda yang masih dalam masa pembinaan akan diadakan:
• di Milan untuk Italia Utara 9 Februari 2014. Penghubung: Maria R. (t el 338 8927699, 049 720 362), Valeria B. (Tel 338 1369530, 0461 551164)
• di Catania untuk Sicilia tanggal 22 Februari 2013. Penghubung: Enza A. (Tel: 347 1373029)

Untuk Sicilia, diadakan acara “dua hari berbagi persaudaraan” yaitu pada tanggal 27 dan 28 Desember 2013 di Canicatti di “Casa Angela “, terbuka untuk teman-teman OMK yang ingin mengalami “spiritualitas Merician.” Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Enza.

Saya sangat senang pertemuan ini diperluas cakupannya. Saya mengajak para pemimpin dan pembimbing pelatihan awal untuk mendukung mereka dengan doa dan menguatkan keyakinan mereka.

Hari-hari Pendalaman Rohani

akan diadakan di Brescia Jumat, 2 Mei, 2014, mulai pukul 10 pagi sampai Minggu siang 4 Mei 2014 untuk para pemimpin dan wakilnya serta formatris pembinaan awal.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat rasa tanggung jawab para Pemimpin bagi Kompania, membicarakan kesulitan-kesulitan yang dialami Kompania di bawah tanggung jawab mereka, saling berbagi pengalaman dan saling mendukung.

Saya mengundang semua untuk ambil bagian dalam “penyembuhan bersama” ini. Walaupun pertemuan ini singkat saja, pasti akan bermanfaat bagi hidup rohani dan ikatan persahabatan kita. Kita akan terbantu untuk makin menyayangi satu sama lain.

Tanggal 4 Mei 2014, di hari terakhir pendalaman rohani ini ada pertemuan untuk semua suster dalam pembinaan awal, baik dari utara maupun selatan.

Pertemuan Internasional

Dimulai Minggu 27 Juli sampai Kamis 31 Juli pagi hari setelah misa pagi bertempat di “Casa tra noi” di via Monte de Gallo – Roma.

Memang masih lama, tetapi mohon siapkan cuti dari jauh hari agar anda dapat menghadirinya. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi bendahara kita Rosa Bernasconi Tel. 031 986480, 328 6632995.

Para Mitra yang Setia

Beberapa Kompania minta penjelasan lebih lanjut tentang Mitra. Hal ini sebenarnya sudah dijelaskan dalam Konstitusi #27.1 dan #27.2 bahwa Federasi memberi kebebasan pada Kompania untuk mengatur apa yang baik bagi mereka.

Hanya saja, Dewan mau berpesan bahwa mitra adalah orang Kristiani yang ingin belajar dan mengikuti Spiritualitas Merician. Itu berbeda dengan para sukarelawan yang kadang membantu karya Kompania, Kompania, atau anggota Kompania.

Setiap Dewan Kompania boleh saja menentukan macam kelompok yang akan dibentuk.

Tentang hal itu ada bacaan yang bagus, berjudul “Dedica a lettore” (diperuntukkan bagi pembaca), artikel dr. Daniela Leggio yang didasarkan pada Kode Trivulzianus.

Kompania Baru di Toronto

Menanggapi permintaan Pimpinan Kompania Canada Terese Bolduc, Dewan Federasi secara bulat menyetujui kompania baru ini dimasukkan ke dalam Federasi. Anggotanya ada 12 orang. Sekarang kita tinggal menunggu konfirmasi Tahta Suci.

Dewan Federasi

Dewan Federasi akan bertemu kembali pada tanggal 4 Januari di Wisma Betania, Milan. Pertemuan itu akan didahului hari-hari pendalaman spiritualitas.

Buletin “Responsibilita” No 3, seharusnya sudah diterima oleh saudari sekalian. Buku ini sangat penting. Tebal, karena memuat semua pidato konferensi internasional yang lalu, sangat berguna dan penting bagi pembinaan kita semua.

Di dalamnya ada pesan-pesan dari Asisten Gerejani, dari Presiden, dan banyak refleksi yang dapat dipakai untuk memperdalam spiritualitas Merician. Gunakanlah dengan baik untuk renungan pribadi maupun untuk disharingkan dalam Kompania masing-masing.

Saya akan mengakhiri surat ini. Mohon maaf atas keterlambatan dalam mengirim surat edaran ini karena ada beberapa masalah mendesak.

Kita membawa semangat Natal dalam kontemplasi, penuh kagum atas misteri besar kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Kepada para Asisten Gerejani yang terhormat, kepada Anda sekalian dan kaum keluarga Anda saya sampaikan harapan berkobar untuk sebuah awal baru penuh sukacita Injil.

Saya memeluk anda semua dalam Santa Angela.

Maria Razza – Presiden
______________________
Maria Razza
Frazionei Mottaziana, 205
29.011 BORGONOVO VAL Tidone (PC)

Sharing kisah panggilan: Lena Muljana

Pada suatu kesempatan, saya meminta Kak Lena menuturkan kisah panggilannya:

“Iya, kisahnya begini… Kak Lena merasakan panggilan tahun 1988. Ada perasaan ingin berbakti kepada Tuhan, ingin lebih dekat dengan Tuhan, tetapi belum tahu wadahnya…

Lalu mulailah mencari dan bertanya-tanya pada Romo, tetapi belum dijawab..

Kurang lebih tahun 1990 Sr. Emma memberi seminar KS di Paroki di Jakarta, di dekatnya ada pemudi-pemudi.  Saat bertanya pada Romo, oleh Romo dijawab, ‘Nah, ini dia, Sr. Emma punya kelompoknya!’. 

Kak Lena lalu ketemu dengan Sr. Emma-nya, ngobrol-ngobrol… makin dekat.. Kemudian ada kesempatan konsultasi dengan Romo Wono Sunaryo SJ, Romo yang lain lagi, beliau ini sahabat Sr. Emma.

Atas anjurannya, Kak Lena membuat CV, biodata lalu dikirim ke Bandung.

Kemudian, ada jawaban dari Kompania: Welcome!

Juni 1993 aku diundang ikut Pernas di Bandung, Papi Mami sudah ijinkan.

Tapi kemudian Mami Kak Lena sakit dan bulan Mei 1993 meninggal.

Meninggalnya Mami membuat Kak Lena jadi ragu-ragu tetapi Papi menguatkanku supaya tetap berangkat, teman-teman dan Romo juga mendukung. Pertemuan berikutnya, tahun 1994, Kak Lena diterima oleh kawan-kawan menjadi calon anggota Kompania, dan tanggal 25 Juni 1997 mengucapkan ikrar pertama di Biara Santa Maria Jl. Juanda Jakarta.”

Sebenarnya….  siapakan Bunda Angela bagi kak Lena ?

“Bagiku Santa Angela adalah idolaku, aku ingin mengikuti teladan, semangat hidupnya, dan semangatnya dalam melayani. Aku tuh kagum.. kog ya dia mau.. padahal abad itu keputusan beliau begitu kontroversial, ini bukan zaman modern. Aku mau mengikuti jejaknya, semangat kegembiraannya, dan contoh hidupnya melayani tanpa pandang bulu.

Perkembangan Kompania di Jakarta agak kurang, selalu ada pemudi yang bertanya-tanya, hambatannya terutama bingung: pertanyaan yang umum ditanyakan: ‘kok bisa hidup dalam keluarga tapi selibat? ; kenapa tidak nikah? ; ada perasaan risi, gadis tidak nikah, tidak ada tanda pengenal khusus, semisal suster yang pakai jubah? ; ada juga yang mencemaskan hari tua bagaimana nanti.. ‘ Tetapi sebenarnya kita tidak perlu kuatir.”

Ya, memang Yesus saja pernah berkata ‘Marilah dan kamu akan melihatnya‘ ( Yoh 1:39)  kepada Andreas dan kawannya yang hendak mengikuti cara hidup-Nya. Kalau memang sudah berniat sungguh untuk melayani Tuhan, kehendak Tuhan bisa dicari bersama-sama, bahkan dengan tuntunan bimbingan rohani.

Lalu apa sih… yang paling berkesan bagi Kak Lena selama ini ?

“Yang paling berkesan bagi Kak Lena selama ikut kompania adalah: berita bahwa boleh ikrar pertama. Direncanakan ikrar pertama Kak Lena tahun 1998, kenyataannya dipercepat ke tahun 1997,  wah surprise! Amat berkesan dan menggembirakan.. aku sangat terkejut tapi gembira, tahun 1998 ada ramah-tamah di Biara Anggrek (Bandung), sempat ada temanku dari paroki  di Jakarta yang datang.

Untuk ke depannya Kak Lena berharap, Kompani lebih berkembang, lebih banyak anggota, senantiasa berupaya menambah lagi teman.

Biasanya Kak Lena suka menyelipkan brosur kita.. Kalau ada yang bertanya selalu bilang yang penting Perempuan dulu, lalu sehat jasmani rohani, gembira. Kerja atau home industri atau wiraswasta.

Kak Lena merasakan, pengaruh keikutsertaan dalam kompania terhadap hidup sehari-hari besar. Kak Lena dalam merias jenazah menjalankannya dengan gembira, selalu minta bantuan Bunda Angela: ‘Bunda, tolong saya supaya lebih kuat dalam panggilan ini.’

Mengenai hari tua,  Ibu Pimpinan Federasi pernah bilang kalau tua ya bisa kembali ke keluarga, tidak usah mikir sampai mumet gimana ya..  entah ikut keponakan atau sepupu… dari awal sudah berusaha mulai menabung. Yang penting sekarang melayani dengan gembira, melayani penuh kasih dengan bantuan Bunda Angela, kawan sekalian, dan Tuhan Yesus Amatore. “

Terima kasih kepada Kak Lena yang bersedia membagikan kisah panggilannya 🙂

Kak Lena.. bentar lagi ulang tahun nih… tanggal 28 Maret… kita doakan ya, dan mudah-mudahan harapan Kak Lena biar  banyak teman yang gabung dikabulkan.

* Amatore = panggilan Ursulin untuk Yesus, artinya “Dia yang mengasihi”.

Terpujilah Tuhan !

Terpujilah Tuhan !

Atas hari baru yang Kau anugerahkan.

Atas istirahat semalam yang menyegarkan jiwa dan raga.

Hujan deras di pagi hari

menggembirakan tanaman-tanaman

Ah lihatlah pohon-pohon itu menari seirama hujan

dan bunga-bunga bersukacita.

Ya, bagai diundang ke pesta besar.

Mereka bersorak-riang

atas makanan dan minuman berlimpah

datang bersama hujan di pagi hari.