Author Archives: ambcosu

Konferensi Internasional 2016

Laporan Meity dan Ona

Konferensi Internasional

Federasi Kompania Santa Ursula

di Milano Juli 2016

      Tanggal 16 Juli, dua minggu sesudah Pernas di Bandung, kami, Meity dan Ona mengudara dengan pesawat Emirates menuju ke Milano dengan transit di Dubai. Perjalanan cukup lama, tapi menyenangkan. Ngeri juga terbang dalam burung logam jauh di angkasa. Tapi iman  bahwa kami ada dalam tangan Tuhan, dan didukung doa-doa anda, memberi rasa aman. Esoknya, tanggal 17 Juli kami mendarat di Milan, dijemput oleh Jangcarla, Larina, Ester dan Mamma Maria. Kami diterima dengan penuh kasih sayang di rumah mereka, membuat kami betah tinggal bersama mereka. Tiap pagi, siang dan malam Mamma Maria menyiapkan santapan yang lezat bagi kami.

Kompania Santa Ursula 2016

Selasa 19 Juli siang kami berdua bersama Mary Cabrini, Jangcarla, Marie Chantal dan beberapa Saudari lainnya berangkat dengan keretaapi ke kota Verona. Lama perjalanan 3 1/2 jam. Di Verona dijemput dengan mobil ke hotel Expo, Villa Franco untuk konferensi 5 hari sampai tgl 25 Juli. Jam 19.00 Konferensi dibuka dengan Perayaan Ekaristi meriah dipersembahkan oleh Mgr. Adriano Tessarall0 bersama 4 imam konselebran. Yang hadir sekitar 160 orang dari berbagai negara. Ekaristi dilanjutkan dengan santap malam bersama lalu istirahat. Memang hari sudah cukup malam.

Hari Rabu diawali dengan Perayaan Ekaristi lalu sarapan. Jam 09.30 kami berkumpul untuk kata sambutan Maria Razza, Presiden Federasi, dilanjutkan dengan sesi pertama Mgr. Adriano Tessarallo yang membawakan tema: “Sekularitas yang dibaktikan dengan tinggal di dunia. Gereja yang berbicara kepada dunia.” Mgr. menjelaskan bahwa seorang sekulir bukan hanya tinggal di dunia, tapi juga mengambil bagian dalam kehidupan Gereja. Baginya dunia menjadi  lahan Misi, tanpa membiarkan diri hanyut di dalamnya. Semangat Sekulir harus meneladani semangat Yesus dari Nasaret yang telah berinkarnasi menjadi manusia yang lemah. Selama masa kanak-kanak dan remaja-Nya. Ia bekerja di rumah dan di tempat kerja Yusuf, ayahnya. Yesus juga belajar hidup di dunia bersama para pekerja sambil mendengarkan aspirasi dan kebutuhan mereka. Ada lima cara berbicara dengan dunia: Keluar menemui orang-orang, mewartakan, tinggal bersama mereka, mendidik, merubah.

Sesudah ceramah ada kesempatan tanya jawab.

Sesi kedua jam 16.00: “Menyelam ke dunia dengan menghayati rahmat baptis di zaman ini” dibawakan oleh Assunta Steccanella. Beliau menguraikan bagaimana hidup orang kristiani sejati di dunia ini yang dibekali rahmat baptis. Sesudah Ibadat Sore dan santap malam kami jalan-jalan dengan bis melihat kota Verona di waktu malam. Bis juga mengantar kami ke gedung kesenian yang ramai. Gedung itu terkenal karena pentas drama  “Romeo & Juliette”.

Hari Kamis sesudah Perayaan Ekaristi dan sarapan kami masuk ke dalam Sesi ketiga: “Kesaksian wanita yang dibaktikan di dunia” disampaikan oleh Giusy Pelucchi. Sesi berikut oleh Kate Dalmasso: “Angela Merici, hidupnya di dunia”. Kate mengajak kami kembali ke akar pemikiran S. Angela dan sukacita mengikuti Regula: “Dalam kehidupan Ibu Pendiri, Regula, Nasihat dan Warisan … kita menemukan panduan dasar hidup kita dan jalan untuk mencapai tujuan Tarekat: Mengusahakan kasih yang sempurna, memuliakan Yesus Kristus, melayani Allah dan Kerajaan-Nya, dan bekerjasama bagi keselamatan dunia.” (Konst 1.5)  S. Angela telah mewariskan kepada kita hal-hal yang praktis dan umum dari pengalaman hidupnya sendiri yang ia jalani dari desa ke kota dan ke banyak tempat lainnya: Desenzano, le Grezze, Salo, Brescia, Yerusalem, Venesia, Roma, Varolla, Mantowa, Cremona. Semua perjalanan itu ditempuhnya di abad ke 15! Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki atau dengan kapal laut. Dengan mengikuti teladan Bunda, kita pun rela meninggalkan rumah untuk menemui saudari-saudari kita, menempuh perjalanan jauh untuk saling bertemu guna membangun kekuatan dengan membentuk komunitas, dll.   Sesudahnya kesempatan tanya jawab.

Sorenya ada pertemuan Meja Bundar. Mary Cabrini, Marie Bernadette, Silvia, Maria Pia dan Ileana membagikan pengalaman hidup mereka. Di sini pun diberi waktu untuk tanya jawab.

Jumat 22 Juli acara jalan-jalan ke kota Venesia dan sekitarnya. Kota itu sangat indah dikelilingi sungai. Untuk sampai ke tempat-tempat di kota itu harus dengan kapal atau perahu. Tapi airnya tidak kotor dan bau seperti di Jakarta. Kami naik kapal mengunjungi Katedal San Marco, museum dan gereja-gereja di sekitar kota itu. Sungguh pengalaman luar biasa melihat kota seindah itu dengan air di mana-mana. Juga ada rasa bahagia bisa berziarah ke tempat-tempat yang penuh sejarah dalam Gereja Katolik.

Sabtu 23 Juli pagi penutupan Konferensi dengan perayaan Ekaristi. Sesudah sarapan, kami berpamitan untuk pulang dan melanjutkan misi masing-masing di tempatnya. Bagi Meity masih ada acara Rapat Dewan Federasi yang diadakan pagi itu bersama Mgr Adriano. Yang dibahas adalah hal-hal yang terjadi dalam Kompania, laporan dari masing-masing anggota, rencana pertemuan 3 bulanan. Khususnya tgl 25 November pada peringatan hari lahirnya Kompania, diharapkan agar setiap Kompania merayakannya dengan penuh sukacita. Setiap anggota Kompania diimbau untuk merefleksikan hidup panggilannya di tengah kesibukannya sehari-hari, apakah kita sudah meneladani Bunda Angela di tempat kita berada. Dianjurkan supaya mengadakan pertemuan dari 25 sampai 27 November, supaya kita lebih dekat dan akrab dengan saudari-saudari sekomunitas. Rapat ditutup jam 15.00.

DSC_0734.JPG

Sekarang tiba saatnya Ona dan Meity dengan satu rombongan kecil menjalani acara kedua yaitu ziarah ke tempat-tempat di mana Bunda Angela pernah tinggal. Tempat pertama yang kami tuju adalah Desenzano, tempat kelahiran Bunda. Beruntung kami boleh ikut mobil Maria Razza. Beliau ikut ke Dezansano untuk satu malam saja. Mary Cabrini dan Marie Chantal naik kereta api karena jalanan macet,  dan kami bisa bergabung di Desenzano.

Minggu 24 Juli: Ziarah kami dimulai dari Desenzano. Masih ada rumah di mana Angela lahir yang terpelihara dengan baik sekali. Duplikatnya ada di Supratman 1 Bandung. Kami lanjutkan perjalanan ke Salo, ke rumah paman Angela di mana ia ditampung setelah kehi-langan orangtuanya. Perjalanan cukup jauh, sebagian menyusuri pantai Danau Garda. Pemandangan sangat indah. Walaupun jauh, kami nyaman dalam kendaraan. Terbayang betapa sulitnya perjalanan itu di zaman Angela dengan kereta kuda melalui jalan-jalan yang buruk.  Kita ingat kata-kata Bunda:

“Semua pedih dan sedih akan berubah menjadi sukacita dan kegembiraan. Kita akan mendapatkan bahwa jalan-jalan yang berduri dan berbatu akan bertabur bunga bagi kita.”

(Pr R, 27)

Itulah pengalaman Bunda kita sendiri. Dengan itu Bunda mengajak kita putri-putrinya yang mengarungi hidup ini dengan susah payah untuk  tetap melihat ke depan sampai ke tujuan yang membahagiakan.

Esoknya perjalanan dilanjutkan ke gereja S. Agata di Brescia di mana St Angela tinggal di tahun-tahun terakhir hidupnya, mengikuti Ekaristi setiap hari dan menerima tamu-tamunya. Bunda juga sangat mengagumi S. Agatha yang banyak memotivasi hidupnya. Itulah sebabnya Bunda mengingatkan putri-putrinya supaya selalu kembali ke kaki Yesus bila mengalami berbagai kesulitan. Di sini juga disimpan jasad S. Angela dalam sebuah peti kaca. Di gereja ini juga masih tersimpan tulang belulang para martir di dalam sumur bawah tanah.

Kami juga mengunjungi Katedral dan Gereja di mana terdapat patung S Angela yang besar megah. Patung itu punya dua sisi wajah yang berbeda megambarkan pribadi S. Angela. Di satu sisi wajahnya lembut sebagai ibu yang penuh kasih. Sisi yang lain menggambarkan Angela sebagai wanita yang tegar dan bekerja keras.

Kami sangat senang dan bersyukur boleh berziarah ke tempat-tempat bersejarah itu. Tiba saatnya meninggalkan semua itu untuk menyimpannya dalam hati sebagai kenangan berharga. Kami naik bis dilanjutkan dengan kereta api sampai ke Milano. Akhirnya, Jumat 29  Juli rumah singgah di Milano pun harus kami tinggalkan untuk pulang ke Jakarta, dan Ona lanjut ke Kupang.

Kami sangat berterima kasih kepada Maria Razza, Mary Cabrini, para Dewan Federasi serta Mgr. Adriano Tessarallo yang banyak memberi dukungan untuk Indonesia. Terima kasih Mamma Maria, Ester, Jangcarla, Marie Chantal, Larina, dan Theresia yang telah bersama kami napak tilas di Brescia dan sekitar. Khususnya terima kasih kepada saudari-saudari US yang telah menampung kami di Milano.

Terima kasih pula kepada Sr. Emma, Lydia dan teman-teman US Indonesia yang menyertai perjalanan kami dengan doa-doa mereka. Yakinlah bahwa kami tidak lupa mendoakan anda dalam ziarah itu. Semoga pengalaman indah itu mengobarkan kecintaan kami kepada Yesus Kekasih kita dan Bunda Angela serta Kompania, dan kobaran cinta itu dapat kami tularkan kepada Kompania Indonesia.

Semoga Tuhan memberkati kita sekalian dengan segala kelimpahan.

Salam kasih dari kami berdua,

     Meity dan  Ona.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Pesta Perak Mgr Antonius Subianto

Mgr Anton 1

Mgr. Antonius Subianto, Asisten Gerejani Kompania Santa Ursula baru saja merayakan pesta Perak sebagai Biarawan Ordo Salib Suci.

Kita semua ikut bergembira dan bersyukur atas teladan kesetiaan beliau kepada Tuhan, yang telah memanggil Mgr. Antonius
Subianto sejak beliau di dalam kandungan Ibu.

Semoga Mgr Anton selalu sehat dan penuh sukacita.

Semoga kita mengikuti teladannya selalu. Amin.

 

Surat Edaran dari Federasi

 

HUT Ke-480 Kompania Santa Ursula

Pada kesempatan HUT ke-480 berdirinya Kompania, tepatnya pada tanggal 25 November 2015, Kompania Brescia dan Pusat Merician akan mengadakan konferensi terbuka bagi semua Keluarga Merician. Saya dan Dewan Federasi sangat berterima kasih kepada Kompania Brescia untuk prakarsa itu guna mendalami kharisma kaya yang diwariskan Bunda kita Santa Angela. Walaupun cara hidup kita berbeda-beda, kita ingin memenuhi keinginan Bunda kita untuk “bersatu bersama.”

Konferensi itu diadakan tanggal 20-21-22 November 2015 yad. Sebelumnya akan diedarkan teks tentang sejarah Federasi. Profesor Belotti yang mengetuai Kongres itu akan menerima program dari semua Kompania dengan catatan tentang organisasinya. Saya harap banyak Kompania bisa ikut serta pada hari-hari yang ditentukan. Bila ada yang belum jelas, silakan menghubungi saya.

Terimakasih kepada anda semua dan masing-masing. Terimalah salam kasih dan peluk ciumku untuk semua Kompania, Kelompok dan setiap pribadi. Saya mohon agar Tuhan Yesus menemani kita dengan rahmat-Nya, dan St. Angela hadir sebagai sahabat yang setia (Nasihat Terakhir 25), dia yang dipilih menjadi ibu, hidup atau mati, dari Kompania yang luhur ini (Nasihat 3, 4)

Maria Razza – Ketua Federasi

 

Maria Razza – Frazione Mottaziana, 205

29011 BORGONOVO V.T. (PC)

Tel : 0039 0523 867227;

HP : 338 5304750; e-mail: → maria.razza@libero.it

 

 

 

 

 

Kepada para Pemimpin

Kompania

Kepada Kelompok-kelompok

Kepada Pemimpin Federasi Asisten Cons. Fed. Msgr. A. Tessarollo

Deputi Ass. Mgr. G. Zito

Deputi Ass. Don Raymond   Nkindji Samuangala

 

 

SURAT EDARAN No. 13

480Terkasih,

Sementara menulis ini, hati saya penuh sukacita mengenang saat-saat indah waktu Konferensi Internasional di Roma!

Kami dapat merasakan senangnya kebersamaan dalam persaudaraan, kembali ke akar-akar kita dan menikmati kehadiran para Pembicara yang membantu kami untuk lebih memahami sejarah Federasi dengan menyediakan teks yang menandakan tonggak sejarah bagi kita.

Konferensi di Roma itu akan tetap kami kenang dalam hati terlebih karena audiensi dengan Bapa Suci Fransiskus. Melihat Paus, mengalami kehadirannya secara langsung, mendengar kata-katanya dari dekat, merupakan pengalaman yang luar biasa dan mengharukan!

Semua ingin menatap mata Paus, tapi kesempatan itu hanya diberikan kepada Kate dan saya. Mata beliau menunjukkan  perhatian penuh dan keterlibatan: biarpun beberapa saat saja, meyakinkan bahwa kami diterima dan didengarkan. Kami memperkenalkan Kompania Santa Ursula kepada beliau, dan menyampaikan terima-kasih karena menyebut kehadiran kami dalam audiensi itu.

Saat lain yang sangat mengesankan adalah Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Kenegaraan Vatikan, di basilika Santo Petrus. Di makam Rasul dan Martir Santo Petrus, Paus pertama “Bunda Gereja Kudus”, (R IV, 5) kami mem-peringati HUT ke-480 berdirinya Kompania, dan masing-masing di antara kami merasakan kehadiran Bunda Angela dan kata-katanya menjadi semakin nyata: “Pertahankanlah cara-cara tradisional dan kebiasaan-kebiasaan Gereja yang telah ditetapkan dan dibuktikan oleh orang-orang kudus di bawah bimbingan Roh Kudus. Bagi anda, tempuhlah hidup baru”! (N 7, 22)

Itu saja yang diminta dari masing-masing di antara kita dan kompania-kompania kita,  tidak kurang tidak lebih!

Pengumuman dari Dewan

Seperti biasa, maksud surat edaran saya adalah mengumumkan sebelumnya tanggal pertemuan-pertemuan yang diusulkan oleh Federasi supaya  anda bisa membuat persiapan seperlunya.

Hari – hari pendalaman spiritualitas

Hari-hari pendalaman spiritualitas untuk para Pemimpin Kompania, Wakil Pemimpin serta Dewan mereka, Penanggungjawab atas pembinaan awal dan Pemimpin Federasi akan diadakan di Brescia tanggal 23 April 2016, selama 10 jam, dan berakhir dengan santap siang tanggal 25 April.

“Kelompok kerja” telah mulai tugas mereka sementara kami masih di Roma dan saya yakin  ini akan membuahkan pengalaman baru yang sangat indah! Bagi yang akan ikut silakan hubungi Valeria:  →valeriabroll@gmail.com

Konferensi Internasional 2016

Saya hanya melaporkan tanggal-tanggal yang diusulkan untuk pertemuan internasional di tahun 2016. Menurut Dewan, sebaiknya kita tetapkan waktunya seperti biasa dalam minggu terakhir  bulan Juli, yaitu dari 28 Juli (tiba 27 siang) dan berangkat tanggal 31 Juli pagi sesudah Misa.

Tempatnya belum ditentukan, yang pasti bukan di Roma. Nanti akan kami beritahukan, setelah dipesan tempatnya.

 

Pertemuan orang muda pembentukan awal

Di Italia Utara:

24 – 25 Oktober 2015             di Assisi;

2 – 3     April 2016                   di Bergamo.

Yang bersangkutan telah diberitahukan lewat surat dengan keterangan pribadi lengkap dan rincian lainnya.

Para Penghubung adalah: Maria R. (tel 338 8927699; 049720362); Valeria B. (tel. 338 1369530, 0461 551164); Edda T. (tel. 348 0353588).

Di Sisilia:

6 Desember  2015      di Catania;

2 Juni 2016                 di  Canicattì.

Penghubung untuk mendapatkan berita dan informasi Enza (tel : 095 7691027, 347 1373029)

 

Sekali lagi saya mengimbau para pemimpin dan pembina setiap Kompania supaya menganjurkan keikutsertaan dalam pertemuan-pertemuan itu guna meningkatkan pengetahuan,  persaudaraan dan keterbukaan bagi  cakrawala yang lebih luas dari Tarekat kita.

 

—=o0o=—

Menemukan Tuhan lewat keindahan ciptaan-Nya

Di waktu senggang aku suka berjalan-jalan dan bermeditasi.
Melihat alam sekitar memuliakan Tuhan dengan caranya sendiri dan menguatkan imanku.
Disini kubagikan refleksiku akan apa yang kupandang:

Sunguh Indah Karya Agung-Mu Tuhan

Sungguh Indah Karya Agung-Mu Tuhan

Foto0130

Dimana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,

Aku ada di tengah-tengah mereka

Foto0129

Yesus berkata, “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup”.

Terpujilah Tuhan!

Yohana Eny Prihatiningsih

Berita Duka Cita

Telah berpulang ke Rumah Bapa:

Ibu Rosita ( adik Sr. Emma G, osu )
Rabu 11 Des 2013 jam 13.50.

“Ya Tuhan berikanlah istirahat kekal pada Ibu Rosita.
Seturut besarnya kasih setia-Mu
anugerahkanlah kebahagiaan surgawi kepadanya.
Moga-moga cahaya kekal menerangi dia selama-lamanya.”

Marilah kita bersama mendoakan Ibu Rosita.

Laporan Perjalanan Meity Wijaya ke Milan 28 Juli –2 Agustus 2013

Pertemuan  Internasional di San Marino,

Wanita yang dibaktikan sebagai Sekulir

Untuk pertama kalinya saya berangkat sendirian dari Jakarta ke Milan. perjalanan  selama kurang lebih 15 jam terasa sangat menyenangkan.

Di Airport Milan saya dijemput oleh  Maria Razza, Presiden Ferderasi yang sudah menunggu di pintu kedatangan. Wah, senang sekali setelah perjalanan yang sangat  jauh dan satu tahun tak bertemu, akhirnya bisa jumpa kembali.

Dari Airport ke Casa Betania naik taksi  selama hampir tiga perempat jam. Kami disambut hangat seperti keluarga yang baru pulang setelah perjalan-an jauh. Ada suasana senang dan gembira.  Saya tinggal di sana sambil menunggu Francis  dari  USA,  yang tiba 28 Augustus.

Kami berenam naik kereta kurang lebih 3,5 jam menuju stasiun Remini terus dijemput dengan mobil ke tempat pertemuan di  Hotel S. Giuseppe di San Marino. Tempatnya indah sekali, nyaman dan tenang dikelilingi bukit-bukit. Foto ini diambil di gereja San Marino

San MarinoAcara diawali dengan Perayaan Ekaristi jam 19.00. Setelah itu makan malam bersama sekitar 120 orang.  Hadir pula Bapa Uskup Adriano  Tessarollo dan 5 orang Pastor.  Para Sekulir di sana mendapat perhatian besar dari para pendamping rohani.

Selama 6 hari saya bergabung dengan saudari dari berbagai negara: Afrika, USA, Perancis, dan berbagai tempat di Italia, a.l. Roma, Trento,  Milan, Bologna.  Session demi session dilewati dengan baik dengan penuh kasih persaudaraan yang berbuah keserasian.

Hari kedua diisi oleh Uskup Adriano Tessarollo. Tema pertama: “Lima puluh tahun sesudah Konsili Vatikan II: Bagaimana kehadiran kaum awam di dunia?” Tema kedua:  “Partisipasi  dalam kehidupan Gereja.”

Hari ketiga diisi oleh seorang wartawati profesional  Marisa Sfondrini yang membawakan tema ketiga dan keempat: “Awam yang dibaktikan: Apakah baptisan saja tidak cukup?” dan “Awam yang dibaktikan: Sungguhkah ‘Laboratorium’ yang diimpikan oleh Paulus VI?”

Pada hari keempat Pastor Don Massimo Naro  membawakan tema kelima: “Awam yang setia pada Kristus: Jembatan antara Gereja dan dunia.” Siangnya kami berziarah ke Loreto dan merayakan Ekaristi di sana.

Meity and CabriniPada hari kelima setelah doa pagi, Perayaan Ekaristi dan makan pagi, kami berpisah dari saudari-saudari yang  akan pulang ke tempat masing-masing. Hari keenam kami Dewan Federasi masih mengadakan pertemuan untuk membahas persoalan yang ada di setiap Kompania. Indonesia diharapkan terus berkembang, a.l. dengan belajar bahasa Itali agar dapat lebih lancar berkomunikasi selain dengan bahasa Inggris. Di sini saya berfoto dengan Mary Cabrini, seorang anggota Dewan yang tinggal di Amerika.

Tgl. 2 Agustus kami anggota dewan meninggalkan San Marino untuk pulang ke tempat masing-masing. Rasanya waktu yang dilalui dalam kegembiraan bersama itu sangat singkat dan suasana mulai menjadi sepi.

Saya kembali ke Casa Betania. Di rumah itu ada beberapa saudari sekulir yang hidup bersama. Ada Maria yang sangat setia menyiapkan makan untuk kami semua. Saya memanggilnya ‘Mama Maria’. Ada Ester dan Carla, Rina dan Virgina. Dua terakhir ini sudah sepuh dan sakit-sakitan namun mereka masih rajin membuat pekerjaan tangan seperti taplak meja dan merajut. Kadang saya goreng krupuk. Mereka semua suka karena rasanya enak banget. Mereka pesan kalau ke sana lagi jangan lupa krupuknya he….e…

Selama tiga hari di Casa Betania saya merasa seperti di rumah sendiri. Waktu siang atau menjelang makan malam kami nonton berita di TV. Untung sekali waktu itu bisa mengikuti acara perjalanan Paus Fransiskus ke Brasil. Sangat bagus dan menarik. Suasana jadi ramai kalau nonton kwis. Sesudah makan saya bantu cuci piring dan membersihkan ruang makan, pokoknya kayak di rumah sendiri.

Akhirnya tiba saatnya untuk pulang ke Jakarta. Ester dipesan oleh Maria Razza untuk mengantar saya sampai di airport. Ester tidak mengizinkan saya jalan sendirian. Selagi antri untuk check in ia pergi mencari es krim. Jadi sambil antri makan es.  Asyik juga karena di sana panas banget.

Saking semangatnya mau pulang ke tanah air saya sampai lupa minum.  Sayang tidak boleh bawa air ke dalam, jadi saya puasa minum.  Padahal antri masuk ke pesawat panjang sekali seperti ular, terus jalan ke dalam jauhnya bukan main sampai hampir ke landasan pesawat.

Demikianlah kisah perjalanan saya. Di mana saja saya bertemu dengan orang yang baik hati, baik itu saudara kita para sekulir, maupun orang-orang di pesawat. Puji syukur pada Amatore yang selalu setia mendampingi selama perjalanan ini. Terima kasih juga kepada semua orang yang telah mendoakan kami. Salam kasih dari semua anggota Ursulin Sekulir Internasional, khususnya untuk Sr. Emma.

PERTEMUAN URSULIN SEKULIR

PERTEMUAN URSULIN SEKULIR

Malang, 4-8 Juli 2013

               Pertemuan tahun ini seperti beberapa tahun lalu mempunyai ciri internasional dengan kehadiran Josephine Liow dan Ebba Fernandez dari Singapore, Helene de Beauregard dari Thailand, dan Monica Vaughan dari Australia. Maka dibuat dua buku panduan, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dengan isi yang sama. Presentasi pun dalam dua bahasa. Tema: Bersatu bersama melayani Tuhan yang Mahaagung (Prakata Regula 4). Tempatnya di Rumah Retret Susteran Misericordia, Jln. Jayagiri; sederhana tapi memadai dan harganya pun terjangkau.

Materi merupakan perpaduan dari Kata-kata Santa Angela, Konstitusi Kompania S. Ursula, dokumen Gereja (Vita Consecrata), wejangan-wejangan Paus Fransiskus, doa-doa dari Pater Adonis Llamas Narcelles, tarian-tarian biblis. Beberapa presentasi disajikan dengan powerpoint. Sesudah presentasi yang ada teksnya, refleksi dan tanggapan dari peserta yang diterjemahkan sehingga semua mengerti. Jadi semua mendapat kesempatan memberi sumbangan, bukan narasumber yang memberi wejangan.

Untuk Misa harian kami ikut para suster di kapel, memang pagi sekali, jam 05.15. Ada pastor khusus untuk Sakramen Tobat tgl 6 Juli, dan Misa Agung dengan pembaharuan Ikrar Lydia Kidarsa tgl 7 Juli. Misa sederhana tapi indah dan khusuk. Pada hari terakhir, Senin 8 Juli kami semua rekreasi ke Taman Sengkaling, tempat yang indah dan mengasyikkan.

Suasana dalam seluruh pertemuan adalah SUKACITA berlimpah. Itu sangat nyata dan dirasakan oleh semua. Imbauan Bunda Angela menjadi kenyataan: “Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cintakasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus.”
Kata-kata Pater Adonis pun terwujud: “Katakanlah hanya yang baik; lihatlah hanya yang baik pada orang lain, dan katakanlah itu kepada mereka. Bermurah hatilah dalam memberi peneguhan. Banjiri orang lain dengan kata-kata baik, karena kebaikan yang anda lihat dan katakan pasti akan kembali kepada anda.”

Para peserta dari luar negeri baru pulang tgl. 11 Juli, jadi beberapa di antara kami tinggal untuk menemani mereka. Kami pergi ke pantai selatan Malang dan ke Selecta serta air terjun di Batu. Tempat-tempat indah itu mengangkat hati kepada Allah Pencipta dan mendekatkan kami satu sama lain.

Kami banyak berutang budi kepada Komunitas Malang yang sangat murah hati, gembira dan ramah, penuh perhatian dalam memenuhi kebutuhan kami. Mereka mengirim mobil dengan Sr. Annette untuk menjemput kami dari airport Juanda, Surabaya dan makan siang di komunitas. Mereka juga mengirim mobil besar untuk berekreasi bersama ke Sengkaling. Selain itu komunitas juga meminjamkan peralatan berupa pengeras suara, LCD, CD player dan kursi roda.

Berikut ini tanggapan dari Josephine Liow dari Singapore:

“Yang baik: Seluruh acara dengan pembagian waktu dan topik-topik. Keseimbangan antara dokumen Gereja, konstitusi, wejangan Paus. Cukup waktu untuk sharing kelompok yang membuat persatuan kami lebih erat, dan waktu untuk pribadi. Keseimbangan baik antara ‘kerja’ dan doa, juga waktu untuk istirahat.
Kehangatan para suster dalam Kompania; sikap menerima yang begitu besar sehingga kami merasa bagian dari Kompania Indo-nesia. Tak ada perbedaan Kompaniaku dan Kompaniamu. Pembinaan yang diberi kepada para Suster selama bertahun-tahun nampak dalam sikap hormat mereka satu kepada yang lain. Mereka nampak taat, punya semangat doa dan sopan serta ramah kepada tamu. Makanan baik, sehat. Fasilitas kamar sederhana tapi memadai.
Kami mohon supaya diundang setiap tahun, dan kalau bisa, kami pasti datang, sebab kami belajar banyak dan sesi-sesi sangat berguna. “

Tidak heran kalau ada sukacita, sebab Amatore, sang Kekasih, sumber sukacita, ada di tengah-tengah kami bersama Bunda Maria dan Bunda Angela. Sampai tahun depan di Jakarta.

Pin-KSU-3