Mengenang Sdri. Meity Wijaya Tan

Bait pertama lagu “Sungguh Besar Kau Allahku” kami nyanyikan dalam bahasa Indonesia di ruang pertemuan besar di Casa Tra Noi, Roma, Italia, dipimpin oleh Saudari terkasih Meity Margareth Wijaya Tan sebagai dirigen,
lalu diulangi dan dilanjutkan oleh seluruh delegasi dari berbagai negara
dalam bahasa masing-masing….

Suatu kenangan saat yang indah ketika kami para saudari dan para asisten gerejani Kompania Santa Ursula bersatu memuji keagungan Tuhan dalam Musyawarah Internasional Federasi Institut Sekulir Santa Angela Merici.

Hari ini tepat 1 tahun wafatnya Sdri. Meity Margareth Wijaya Tan, KSU
Keluarga mengenangnya sebagai seorang tante, adik, dan kakak yang amat mencintai dan dicintai semua orang.

Kami mengenangnya sebagai seorang saudari yang baik, yang telah memimpin KSU selama 12 tahun.
Seorang kakak penuh keibuan dan kasih sayang bagi semua saudari dalam Kompania.
Seorang Ursulin sekulir, katekis, bahkan sempat menjadi ketua Lingkungan termuda saat itu di Gg Banten VIII, Jatinegara, Jakarta, dan yang terakhir melayani sebagai Dewan Federasi Internasional.

Sdri. Meity terpilih untuk melayani sebagai anggota Dewan Federasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ia rendah hati dan gemar mencandai kami dengan logat betawinya lalu tertawa lepas…
Dengan keahlian prana-nya disertai doa yang khusuk dan tulus ia menyembuhkan banyak orang, termasuk luka lutut saya yang saat itu sudah 2 minggu tidak kering-kering, yang sekaligus menyembuhkan kepanikan saya karenanya.

Dengan sekuat tenaga beliau berupaya mencari dan melaksanakan kehendak Allah, dalam doa dan karya.

Seperti kata Yesus yang digemakan oleh Pastor Fons Bogaartz OSC dalam Misa Hari ini, 21 Juli 2020 https://www.youtube.com/watch?v=0AWUhsNp8T0 di mana kami memasukan intensi untuk mengenangnya:

“Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Saudari Yesus dan saudari kami terkasih, doakanlah kami yang sedang meniti jalan panggilan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s