Monthly Archives: Agustus 2014

Jatuh Cinta Lagi Pada Yesus

Jatuh Cinta Lagi Pada Yesus

– Konferensi Asia Pasifik Kompania Santa Ursula 2014 –

Fokus

Sepasang suami istri dan tamu-tamunya hendak menonton televisi. Usia suami dan istri terpaut jauh, suami lebih tua daripada istrinya. Tiba-tiba istri berkata, “Waktu suami saya masih muda … “ dan diceritakanyalah dengan memukau apa yang dilakukan suaminya waktu masih muda. Setelahnya, mereka menonton kembali. Lalu sang istri berkata, “Waktu suami saya masih muda … “ dan cerita menarik lain menyusul. Lagi dan lagi kata-kata “Waktu suami saya masih muda … “ menjadi pembuka satu demi satu kisah masa muda suaminya yang diceritakan dengan antusias. Sampai tuan rumah dan tamu-tamu lupa akan televisi.

demikian sepenggal kisah nyata yang diceritakan Sr. Emma dalam Konferensi Asia Pasifik Kompania Santa Ursula 2014 di Bidaracina, Jakarta tentang seorang istri yang amat mencintai suaminya. Pikirannya fokus pada suaminya itu, sampai hafal detil-detil kisah masa muda suaminya, yang mungkin terjadi bahkan sebelum dia sendiri lahir.

Saya amat terkesan akan kisah ini karena ada analoginya. Yesus lahir 2000 tahun yang lalu… saya tidak sempat melihat sendiri masa mudanya. Dalam refleksi sesi ini saya renungkan relasi saya dengan Yesus, dimana saja saya perlu berfokus kembali. Pikiran melayang saat doa mungkin karena saya memang belum memberi waktu yang terbaik dan terindah bagi-Nya. Konsentrasi buyar saat berkarya karena prioritas sering bergeser, seringkali hal penting malah terlewatkan.

“Jatuh Cinta Lagi Pada Yesus” memang tema Konferensi kali ini. Diselenggarakan tanggal 3-7 Juli 2014, dihadiri saudari Ursulin Sekulir dari Jakarta, Bandung, Malang, Madiun, Singapura, dan Australia. Dalam suasana ceria dan penuh kasih persaudaraan kami amat gembira bisa berkumpul kembali.

Kami berdoa bersama, belajar bersama, merenungkan Sabda Tuhan, Pesan Paus Fransiskus dan Kata-kata Santa Angela, bernyanyi dan menarikan tarian-tarian doa, drama dan membuat vignette – “patung” hidup tentang perikop-perikop dalam Alkitab, yang diambil dari kisah wanita-wanita dalam Injil Lukas.

Jumat, 4 Juli 2014

Kami merenungkan wanita-wanita di Jaman Yesus. Meskipun wanita Yahudi di Palestina abad pertama hidupnya amat terbatas karena budaya saat itu, Yesus membuat berbagai terobosan yang memberdayakan wanita. Tidak heran banyak wanita menjadi murid-Nya, walau pada masa itu rabbi  ( guru ) biasanya muridnya laki-laki semua.

Bersama Marta dan Maria kami menerima kehadiran Yesus di rumah ini. Bersama Bunda Maria yang sedang mengandung Yesus berjalan ke pegunungan untuk melayani Elisabet istri Zakaria, kami belajar bahwa Yesus bukan hanya untuk disimpan sendiri tetapi untuk dibagikan pada sesama. Dalam sharing kami merenungkan indahnya “Harta satu-satunya” yang kami miliki – Yesus. Tidak seperti “kue” yang akan berkurang kalau dibagikan, Yesus tidak akan habis dibagikan… jadi kenapa harus kami simpan sendiri ?

Syukur pada Tuhan, dalam konferensi ini dua orang saudari, Yustina dan Lilyana mengucapkan ikrar kekal. Seumur hidup menjadi Mempelai-Nya. Persiapan akhir dimulai dengan mendoakan secara khusus Yustina dan Lilyana dalam ibadat komunitas.

Mendoakan Lilyana dan Yustin yang akan berkaul kekal.

Mendoakan Saudari Yustina dan Lilyana yang akan berkaul kekal

Kami melalui saat-saat persiapan Sakramen Rekonsiliasi bersama.  Belajar fokus pada Yesus, seperti perempuan berdosa di rumah orang Farisi ( Luk 7:35-50) yang tidak peduli orang mau curiga, orang mau menghina, atau orang marah padanya yang penting baginya cuma satu: datang pada Yesus.

Orang bilang “Koreng yang sering dicungkil tidak akan sembuh tapi menaruh obat anti kuman pada luka sering kali perih rasanya”. Demikian pula halnya dengan beban dosa… diingatkan pun (baik oleh orang lain maupun hati nurani) kadang malah kesal sendiri rasanya..  maka kami mau berdoa pada Yesus, sang penyembuh dan pembebas untuk mohon rahmat pertobatan, kerendahan hati untuk mau mendengarkan teguran, bertobat sepenuh hati dan merayakan Sakramen Rekonsiliasi, tanda persatuan kembali dengan Allah yang Maharahim, yang mengampuni dan menyembuhkan.

Hari Sabtu 5 Juli

Setelah Ibadat Ofisi pagi dan sarapan, kami merenungkan Hana anak Fanuel (Luk 2:36-38). Karena rahmat Tuhan, Hana berjumpa dengan Mesias yang dinantikan bangsanya. Bersama Hana yang melihat wajah Allah dalam kanak-kanak Yesus di Bait Allah alangkah rindu saya untuk bisa melihat wajah Yesus dalam kanak-kanak yang saya layani.

Setelah rehat teh kami mempersiapkan Perayaan Ekaristi  dimana Lilyana dan Yustina akan mengucapkan kaul kekal mereka, dipimpin oleh Pastor J. Sudarminta.  Sudut gereja St. Antonius Padua dimana para biarawati berdoa didekor menjadi kapel ber-altar tersendiri, dengan meja-meja, kain, bunga dan lilin. Koor Legio Maria berdatangan, wajah-wajah ramah berseri dari para Biarawati Ursulin yang bersama kami turut menghadiri Misa ini. Anggota Kompania berbaris berdua-dua dalam prosesi masuk. Bunda Angela pasti senang sekali!

Dalam Misa yang berlangsung penuh kehangatan, Lilyana dan Yustina mengucapkan janji mereka untuk setia pada Kristus, mengabdi-Nya seturut teladan Santa Angela dalam Kompania Santa Ursula untuk seumur hidup.

Janji ketaatan, kemiskinan, dan keperawanan yang membawa kebahagiaan. Selamat melayani Tuhan lewat sesama, saudariku terkasih. Syukur kepada Allah!

Yustina KaulLilyana Kaul

Yustina dan Lilyana mengucapkan Kaul Kekal

Setelah Misa

Terima kasih Para Biarawati Ursulin yang menyediakan tempat, mendukung, serta mendoakan pertemuan ini.

Tua maupun muda, sekulir dan biarawati bersatu dalam sukacita Santa Angela.

Para Ursulin Sekulir bersama Sr. Agnetta yang penuh selalu sukacita. Sejak awal kami datang Sr. Agnetta bertanya, ada berapa yang mau berkaul ? Siapa saja ? Saya doakan!

Sebaliknya, kami pun bertanya padanya, apa rahasia sukacita Suster Agnetta ? Yesus!  

Terima Kasih khususnya untuk Sr. Emma G, OSU yang telah mempersiapkan bahan dan membimbing kami selama ini, Pastor J. Sudarminta ,SJ yang memimpin Misa pembaktian diri dan Pastor Alfonsus Zeam Rudi, SCJ dan Pastor Martin yang telah memberikan Sakramen Tobat kepada kami. Juga kepada Sdri. Josephine dari Singapura yang telah mengambil foto.

Kompania 2014 P1170294

Salam Kasih dari Kompania Santa Ursula.

Tuhan Memberkati.

Iklan