Keperawanan seorang wanita yang dibaktikan pada Tuhan.

Paus Fransiskus mengingatkan bahwa wanita yang dibaktikan adalah seorang ibu: “The consecrated are mothers.”

Consecrated mothers:

Kaul keperawanan bukan kaul untuk tidak kawin dan tidak mencinta.
Kaul itu untuk memberikan cinta seutuhnya kepada Tuhan,
Dan dengan cinta yang utuh itu mencintai semua orang.
Menjadikan cintanya subur.
Tanpa melahirkan secara fisik menjadi ibu dari banyak orang.
Lihat Ibu Teresa dari Kalkuta.

Bukan seperti perawan tua yang hidupnya mandul.
Tidak punya siapa-siapa untuk berbagi cinta.
Ia hanya hidup untuk diri sendiri.

Seorang ibu menerima, mengandung, sakit bersalin,
membesarkan anak, member hidupnya untuk anak.

Consecrated mother:

Menerima kasih Allah, seperti Bunda Maria
mengandung dari Roh Kudus,
Mengandung cinta itu, mematangkannya,
melahirkan hidup baru dalam orang lain
dengan menanggung sakit bersalin, penderitaan, mati raga.
Memelihara hidup rohani anak-anak asuhnya,
berbagi kasih dengan mereka,
memberikan hidupnya bagi mereka,

Menjadi subur dalam kasih.
Maria adalah perawan.
Tapi ia menjadi ibu semua orang.
Itulah consecrated mother.

http://visnews-en.blogspot.com/2013/05/careerists-and-climbers-doing-great.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s