Kecil tapi Perlu

Zenit, Italia, 26 Juli 2012

Konferensi Sedunia Institut Sekulir telah diakhiri di Asisi.
Pertemuan Tahunan  berfokus pada Panggilan Pria dan Wanita Awam.

Kongres Konferensi Sedunia Institut Sekulir mengakhiri pertemuan tahunannya di Asisi hari ini di mana telah dipilih dewan eksekutif dan ketua yang baru. Konferensi itu juga memberi kesempatan kepada para peserta untuk merefleksikan masa lebih dari 60 tahun sejak kelahirannya.

Institut Sekulir menjadi bagian dari Hukum Gereja di tahun 1947, ketika Paus Pius XII memaklumkan konstitusi apostolik yang memberi mereka dasar yuridis.

Konferensi Sedunia menekankan pentingnya orang awam memberi kesaksian tentang Injil di dunia.

“Kami bekerja sebagai penghubung di antara Tarekat-tarekat dan penghubung di antara kongregasi sekulir.” Kata Giorgio Mazzola, anggota Dewan Eksekutif Tarekat iitu, dalam sebuah wawancara dengan Radio Vatikan.

“Empat tahun sekali Konferensi memilih Dewan Eksekutif dan Ketua baru. Dan biasanya pertemuan diawali dengan sebuah Kongres. Tahun ini kami merefleksikan sumber asli panggilan kami: Kembali ke asal muasalnya…. Pokok yang kami pilih adalah mendengarkan sabda Allah dalam sejarah.”

Melalui Kardinal Tarcisio Bertone, sekjen Vatikan,  Paus Benediktus XVI mengirim pesan kepada semua peserta, supaya menggiatkan panggilan khusus pria dan wanita yang dibaktikan, yang berakar dan berpusat pada Kristus, tetapi dihayati di dalam masyarakat luas.

Mengenai panggilan pria dan wanita awam, Mazzola berkata: “Dari permulaan sekali kerasulan khusus ini bukan saja terjadi di dunia, tetapi sebenarnya tumbuh dari dunia. Kami tidak mencari karya-karya besar seperti rumah sakit atau sekolah. Kami tidak mencari hal-hal yang menyolok. Kami seperti garam yang harus ada di dunia. Dan kami tahu rahmat Tuhan akan mengerjakan sesuatu dari kehidupan kami, asal kami tetap setia pada tujuan awal, yaitu pembaktian diri yang penuh, sekularitas yang utuh, dan komitmen yang bulat di dalam dunia.”

Kota Asisi, di mana konferensi itu diadakan, mempunyai makna yang khusus. Menurut Mazzola, S. Fransiskus adalah “seorang yang hidup di masa perubahan, dan di zaman Gereja banyak menderita.”

“Sangat menarik untuk mengingat bahwa ketika S. Fransiskus mau mendirikan Ordo, ia menyebutnya Saudara-saudara Dina. Dina berarti kecil tapi perlu, karena S. Fransiskus bekerja banyak untuk pembaharuan Gereja. Institut Sekulir ada di jalan yang sama: Kecil tapi perlu.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s