Monthly Archives: November 2011

Berziarah bersama Federasi

Betapa Bahagia Kami atas Berkat-Mu!

Bulan Agustus 2011, saudari-saudari Kompania Santa Ursula dari berbagai penjuru dunia berkumpul untuk berziarah bersama ke Tanah Suci. Saudari kita Edda membagikan pengalamannya untuk kita semua.

Kami tiba di bandara Malpensa di kota Milano, Italia, dini hari tanggal 4 Agustus 2011.

Tak ada yang mengantuk walaupun banyak yang tidak bisa tidur. Semuanya terlalu gembira karena akan memulai perjalanan ini! Fajar pagi menyapa kami dengan sinar kuning kemerahan seakan langit ingin mengatakan, “Semoga yang kalian lihat dan rasakan nanti menyinari kalian!”. Pesawat pun mulai terangkat ke udara.

Kota Tel Aviv menyambut kami dengan pancaran matahari benderang, dan kami pun meluncur di landasan lebar dan mulus.

Kaisarea adalah tempat pertama yang kami kunjungi. Kota ini didirikan oleh Raja Herodes Agung. Di sana terdapat reruntuhan istana perwakilan kerajaan Romawi. Di tempat inilah Rasul Paulus ditawan sebelum dikirim ke Roma. Di sini pula Rasul Petrus membaptis Kornelius, seorang perwira Romawi, beserta seisi rumahnya.

Dari Kaisarea kami pergi ke Gunung Karmel. Kami naik ke atas gua tempat tinggal Nabi Elia, dan merayakan Perayaan Ekaristi di sana. Di dalam gereja tersimpan patung Maria Bunda Karmel.

Lalu kami mendaki puncak Haifa untuk melihat kecantikan kota itu dari atas, sebelum menjelajahinya. Kota itu penuh keaneka–ragaman dalam segala hal. Penduduknya dari berbagai bangsa dengan pakaian berwarna-warni.  Di perumahan serta perkampungan mereka terdapat suasana yang bermacam ragam.

Sedikit lelah, kami menuju Bukit Sabda Bahagia. Di sanalah kami akan tinggal. Kami tiba malam hari, makan lalu istirahat. Di benak kami bermunculan banyak hal yang telah kami ketahui, dengar dan baca tentang tempat ini. Inilah bukit di mana Yesus mengucapkan Sabda-sabda Bahagia… Aku teringat saat-saat aku merenungkan sabda-sabda Yesus itu. Sudah berkali-kali kami merenungkannya selama beberapa tahun ini. Sungguh indah. Kami pun tertidur.

Terima kasih Tuhan atas anugerah-Mu boleh berada di tempat kudus ini.

( Dimuat dalam Buletin Responsibilita no. 3  Tahun 2011.)

Iklan

Carilah Tuhan, temukanlah Dia, milikilah Dia…

Saudari terkasih, di bawah ini adalah oleh-oleh Ziarah ke Yerusalem yang dituliskan oleh Caterina Dalmasso (Kate), yang dituliskan dalam buletin Responsibilita 3 tahun 2011. Terima kasih Kate.

Kita mencari Tuhan sepanjang hidup, kita menemukan Dia waktu kita mati, dan kita memiliki Dia selamanya!

Sewaktu kami sedang melakukan ziarah ke Tanah Suci, Mgr Adriano Tessarollo seringkali mengingatkan kami tiga kalimat kunci ini, kalimat yang membantu kita mengarahkan jalan dalam ziarah hidup sehari hari kita di dunia …  Mencari, menemukan, dan memiliki… adalah tiga pekerjaan yang dapat dilakukan pada saat yang sama karena Yesus Kristus ada dahulu, sekarang, dan dimasa depan.

Mencari Tuhan …  suatu tugas seumur hidup. Dan kami beruntung boleh mencari Dia di jalan-jalan Tanah Suci, dimana setiap sudut, setiap pemandangan, dimana pun … mengingatkan pada Sang Penebus kita dan membantu kami menemukan Dia. Kita akan terus mencari Dia bahkan di jalan-jalan yang kita lalui, di desa dan kota kita, diantara orang-orang sekitar kita, dalam suatu percakapan yang intim bersama Dia, dalam hubungan yang penuh kasih dari sang pengantin dengan Kekasih yang Satu itu, Kekasih bersama dan semua yang dicintai-Nya.

Bertemu dengan Tuhan… ini akan terjadi dalam perjalanan kita umtuk mendapatkan kehidupan kekal, tetapi sekarang pun kita dapat menemukan dia melalui Firman-Nya, Kehadiran-Nya, kedekatan-Nya, dan Kasih-Nya. Pertemuan ini memberikan kita penghiburan, kekuatan, dan tekad yang kuat untuk melanjutkan perjalanan kita di sisi-Nya.

Memiliki Tuhan … akan tiba saatnya untuk memasuki kehidupan kekal. Tetapi kekekalan itu telah dimulai, kita adalah milik Tuhan sekarang, dan kita memiliki Dia: Melalui Dia kita memiliki segala kebaikan dan tidak kekurangan suatu pun. Kita mencari, kita menemukan, kita memiliki… dan mau kami mau berbagi dengan anda melalui surat ini, karena kami menyadari apa yang kami temukan tertulis dalam konstitusi kita “dengan saling berbagi antara saudari-saudari kita dalam Kristus, kita dibantu untuk hidup menurut Roh dalam kehidupan pribadi, sosial dan menggereja, untuk saling mendukung dan mengatasi cobaan-cobaan dalam ziarah hidup kita di dunia ini.”

Mencari Dia …… Menemukan Dia ….. Memiliki Dia….

In Memoriam: Chatrine Maria Supriyani

Pada hari peringatan semua arwah orang beriman, 2 Nov 2011 ini kami kenangkan dirimu yang kami kasihi:

In Memoriam: Chatrine Maria Supriyani

Lahir di Malang, 28 April 1948

Masuk Kompania: 22 Juli 1989
Ikrar pertama: 21 Juni 1992
Ikrar kekal: 22 Juni 1997
Lahir ke dalam hidup kekal:
27 September 2011

Foto diambil di Bali, 8 July 2011 dalam Pernas Kompania Santa Ursula Indonesia.

Tanggapan dari saudari-saudari se-Federasi dan se-Kompania:

Carissima Sr Emma, Carissima Direttrice Meity e Sorelle tutte della Com-pagnia di Sant’Orsola di Indonesia.

La morte prematura di Chatarine ni ha dolorosamente sorpresa! Ho un bellissimo ricordo di Chatarine che risale alla mia visita durante l’Assemblea annuale del 2008 in Bali, quando lei con tanta premura si accompagnava a Kate e a me nelle nostre uscite sulle vie intorno al Carmelo dove eravamo ospitate. La ricordo ancora a Singapore in occasione della Consacrazione finale di Jo e Ebba; é il ricordo è di una persona significativa, colta, discreta ed umile. Certamen-te mancherà e si sentirà il vuoto da lei lasciato nella Comapagnia d’In-donesia. Crediamo che il Comune Amatore” l’ha accolta nel suo abbraccio e ora contempla, con la Madre Sant’Angela il “luminosissimo volto di Dio” che l’ha eletta come “vera ed intatta Sposa” del suo Figlio Gesù Cristo. Mi unisco a voi tutte nella preghiera e condivido con voi il dolora per il distacco e la speranza che ci dona la fede! Un forte abbraccio a ciascuna e un affettuoso fraterno ricordo. Maria Razza, Italia

Terjemahannya:

Yang terkasih Suster Emma, Meity pemimpin, yang terkasih para saudari dari Kompania Santa Ursula Indonesia.

Kematian Chatrine yang terlalu dini membuat saya sangat terkejut dan sedih! Saya mempunyai kenangan yang sangat indah tentang Chatrine ketika mengikuti pertemuan kalian tahun 2008. Dengan penuh perhatian ia menemani Kate dan saya di jalan-jalan waktu kita menginap di Karmel. Saya juga ingat Chatrine ketika kami di Singapore untuk kaul kekal Ebba dan Jo. Saya ingat dia sebagai orang yang istimewa, cerdas, bisa menyimpan rahasia dan rendah hati. Sudah pasti anda akan merasa kehilangan Chatrine dalam Kompania Indonesia. Saya percaya bahwa Amatore kita menyambut Chatrine dalam pelukan-Nya, bersama Bunda Angela memandang ‘wajah Allah yang cemerlang yang telah memilih kita menjadi mempelai yang suci dari Putra-Nya Yesus Kristus’. Saya menyertai anda semua dalam doa dan ikut berduka karena perpisahan ini dan bersatu dengan anda dalam harapan yang memberi iman! Saya memeluk anda sambil mengingat anda dengan sayang.

(diambil dari Hidup Baru bulan Oktober 2011)