Monthly Archives: September 2011

… bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu …

Pohon itu rasanya tidak pernah lupa disirami. Tapi kok.. layu? Padahal dulu bagus sekali bunganya. “Neng, ini pohonnya lagi sedih, ditinggal sama yang punya”, demikian penjelasan Mang Neles, pak kebun yang datang membantu kami sebulan sekali . Aku heran.. pohon aja.. bisa kok bisa sedih ya? “Coba diajak ngomong.” Aku langsung nyengir dengan sopan, “aneh-aneh saja, masak ngobrol sama tanaman”, pikirku.

Suatu hari aku harus tinggal di rumah. Karena bosan aku memandangi pohon itu. Kasian juga, makin hari makin kering. Aku sirami banyak-banyak, lalu kucoba kuajak ngomong dia, mumpung engga ada yang lihat. “Kenapa sih kamu, ayo sekarang kan ada saya, saya yang ngajak ngobrol ya! Jangan sedih terus dst”.

Esoknya kulihat dia, ada titik-titik hijau muda kecil, ah masa iya secepat itu.. mungkin saja warnanya memang begitu.. Hari berikutnya sudah ada pucuk daun. Ajaib! pikirku. Dalam satu malam saja?

Saat hal ini kurenungkan aku merasa Tuhan mau mengajarku. Selama ini segalanya kulihat dari kacamata logisnya saja, bahwa selalu ada penjelasan yang masuk akal untuk segala sesuatu, kalau tidak berarti belum ketemu, tapi pasti ada, dan aku akan mengubernya, supaya nanti bisa memukan solusi logisnya.

Saat ini, seolah Tuhan mau bilang “Lyd.. tenanglah dan lihatlah! Bahkan dari pohon yang sudah kering pun Aku bisa menumbuhkannya kembali… Eta mah gampiiil.. (itu mudah).”

Memang, tentu dari TK aku sudah belajar Tuhan itu Pencipta, tapi maknanya baru kusadari sedikit demi sedikit, bahkan kadang kulupa. Aku belajar dari Mang Neles, yang dekat dengan alam ciptaan Tuhan.                                               Lyd

“Malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.” Mrk 4:27