Monthly Archives: Juni 2011

Spiritualitas Ursulin Sekulir

Saudari-saudari terkasih,

Selamat jumpa dalam suasana sukacita masa Paskah. Ada yang bertanya: Apa yang menjadi ciri Ursulin Sekulir? Berikut ini “Spiritualitas Ursulin Sekulir”, disadur dari website Ursulin Sekulir Italia

Mempelai

Malalui iman dan baptisan, kita mengambil bagian dalam misteri Paskah Kristus bersama “umat Allah” yang baru, yaitu Gereja. Di dalam umat baru itu kita dipanggil menjadi mempelai sejati dan perawan dari “Putra Allah”, yaitu, menghayati relasi kasih mempelai dengan Allah dan dunia ciptaan Allah. Selain itu kita dipanggil untuk bersatu dalam melayani Kerajaan-Nya. Bersama-sama kita saling membantu mengerahkan tenaga agar setiap benih kebaikan bisa tumbuh. Hidup kita yang dibaktikan berpusat pada Yesus Kristus, yang telah memulihkan hubungan kita dengan Bapa dan menyatakan kasih yang tak terbatas bagi setiap orang. Menjadi mempelai Kristus membuka hati kita bagi nilai-nilai persahabatan, kerjasama, memberi bantuan nyata, kesediaan memberi diri kepada semua, berkomunikasi dengan orang yang paling miskin dalam kebebasan batin yang penuh.

Sekulir

Kita ikut mengusahakan datangnya Kerajaan Allah, dengan membawa daya pembaharuan Injil ke dalam lingkungan pekerjaan di mana Allah menempatkan kita. Kita berusaha mewujudkan rencana Allah di dalam sejarah dengan membedakan yang baik dari yang jahat yang ada di dalamnya. Bersama-sama kita saling membantu untuk memelihara alam ciptaan dengan penuh tanggung jawab, menumbuhkan benih kebaikan, keadilan dan solidaritas yang ada dalam pengalaman manusia. Kita berusaha menjadi pembawa damai dengan cara menjadi garam dan ragi yang membuat seluruh adonan naik.

Ibu

Angela ingin supaya kita tidak hanya menjadi mempelai dari yang Mahatinggi, tetapi juga ibu. Kita dipanggil untuk melahirkan anak-anak Allah dalam hidup ini, dan itu hanya mungkin sejauh kita mengembangkan relasi yang akrab dengan Allah dan dengan Bunda Angela. Menjadi ibu berarti menyambut, membuat tumbuh, mendampingi setiap bentuk kehidupan hingga mencapai pemenuhannya dengan menghormati saat dan irama masing-masing. Itu berarti menghargai perbedaan dan menciptakan kondisi di mana setiap hari bisa membawa kehidupan yang baru. Kita menghayati kegembiraan dan syukur orang yang tahu dirinya dikasihi sejak semula dan bahwa ia mampu membagikan kasih itu kepada saudara-saudarinya.

Bersatu bersama

Istilah “Compagnia” berasal dari “cum-panis”, artinya, saling memberi makan dari roti yang sama seperti dalam keluarga. Kompania merupakan keluarga yang sungguh-sungguh, karena setiap anggotanya melibatkan diri untuk mencari, membangun dan mempertahankan semangat persatuan dan kerukunan, tanda yang pasti bahwa kita adalah murid Tuhan. Keluargalah yang membina dan mendukung kita untuk menjadi orang yang manusiawi dan adikodrati, yang mengenal diri dan mampu mengadakan pembedaan. Tetapi di atas segalanya, sumber persatuan kita adalah Dia yang memanggil kita dan oleh-Nya kita bersama-sama “dipersatukan satu sama lain dengan ikatan kasih”.

Untuk Refleksi:
Ciri-ciri manakah yang sudah berakar dan nampak jelas dalam diriku dan kelompok kecilku? Mana yang masih perlu dikembangkan dan dimantapkan?

(diambil dari Lembaran Hidup Baru bulan Mei 2011)