Monthly Archives: Maret 2011

Angela Merici, Perintis Institut Sekulir

Kardinal Giovanni Battista Re

Berikut ini beberapa gagasan dari khotbah Misa penutupan pada peringatan 475 Kompania S. Ursula di gereja S. Angela, Brescia, 28 November 2010.

Dalam perayaan Ekaristi ini kita mau mengenang saat penting 475 tahun yang lalu, ketika Angela Merici mendirikan Kompania Santa Ursula di tempat ini. Ia ditemani oleh sekelompok wanita muda, yang disemangati oleh teladan Angela, bertekad untuk menghayati hidup bakti menurut nasihat Injil, tetapi tetap tinggal di tengah masyarakat.

Sebuah ide yang asli dan sangat modern serta mengejutkan di zaman itu. Suatu cara pembaktian diri kepada Tuhan untuk para wanita, yang sementara menjalani hidup keseharian yang amat biasa, juga menjadi garam, terang dan ragi bagi masyarakat mereka.

Di zaman itu wanita hanya diberi dua pilihan cara hidup: menikah atau masuk biara, dilindungi dinding tertutup, mengenakan jubah biara, dan mengikuti peraturan serta kegiatan yang ditetapkan Ordo mereka.

Angela membuka pilihan ketiga yang memungkinkan awam membaktikan diri kepada Tuhan di luar biara. Mereka tinggal di rumah dan melakukan pekerjaan di tempat masing-masing. Mereka tetap menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat, dan tidak memakai pakaian khusus yang membedakannya dari wanita lainnya.

Dengan pandangannya yang luas, Angela memilih gaya hidup yang sarat dengan nilai-nilai rohani bagi kaum wanita yang mau menjalani hidup biasa di masyarakat. Ia mengerti bahwa kekudusan bukanlah anugerah khusus buat orang yang tinggal di dalam biara, tapi juga untuk semua orang beriman, semua awam, seluruh umat pilihan Allah.

Angela ingin para wanita kristiani bisa menjiwai kehidupan manusiawi dan sosial, dan membantunya menjadi lebih baik di mata Tuhan, tanpa memakai seragam atau terikat oleh peraturan hidup bersama. Kalau dilihat seperti itu, (dan jangan lupa, itu terjadi sejak 475 tahun yang lalu), Angela mempunyai peranan yang sangat penting. Dengan ilham ilahi ia mampu memahami kebutuhan masyarakat di mana ia tinggal. Cintanya kepada Tuhan memampukan dia memandang dunia dengan cara yang berbeda, dan karena itu juga ia mencintai apa saja yang ada di zamannya.

Tetapi lebih dari itu, hidup bakti bagi awam sebagai kemungkinan ketiga yang dimulai oleh Angela beberapa abad yang silam, baru diresmikan sebagai Tarekat hidup religius satu abad yang lalu oleh Paus Pius XII. Sebelumnya hanya dilihat sebagai perintis sejarah yang dibentuk melalui kecerdasan dan kebaikan hati Angela Merici.

Paus Paulus VI dalam kata sambutan untuk Kompania tanggal 27 Agustus 1966, berkata, “… kalian mempunyai ciri yang tidak bisa diklaim oleh Tarekat sekulir lainnya, yaitu: Kalian adalah Tarekat sekulir yang tertua, dan Konsitusi kalian baru diadopsi oleh Gereja berabad-abad kemudian.” Karena itu Angela boleh disebut pelopor dan perintis gerakan spiritual yang dalam kehidupan gereja terdapat dalam Tarekat sekulir.

Dalam waktu singkat ide-ide dan ajaran Angela Merici meluas ke seluruh Italia dan seluruh dunia. Banyak perkumpulan di dunia yang dibentuk dari karisma Merician ini. Ada yang sekulir, ada yang religius, tetapi mereka semua diilhami oleh satu karisma dari Santa Angela dan membawa berkat berlimpah di banyak tempat dan di berbagai bidang.

Ide-ide cemerlang Angela Merici bisa menjadi kenyataan karena dia seorang yang disiplin, pandai mendengarkan, lembut, baik hati dan sangat peka dalam memberi nasihat.

Tapi rahasia keberhasilannya adalah cintanya yang besar kepada Allah dan doanya yang tak terputus.

Sabda Tuhan bukan ide yang abstrak baginya, melainkan kenyataan. Dalam Tuhan dia menemukan kepenuhan….

Bahkan hari ini juga ini Angela Merici mengajari kita banyak hal. Amatlah penting bahwa di zaman ini kita membawa Tuhan kembali kepada dunia, menyertakan Dia dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Kita harus membantu orang-orang menemukan kembali jalan kepada Tuhan. Sekarang ini orang dihadapkan pada banyak masalah ekonomi, pendidikan, sosial, dan lingkungan. Kalau kita tidak menjadikan Tuhan pusat hidup kita, kita tidak mungkin menemukan jalan keluar yang tepat bagi mereka. Tanpa Tuhan kita cenderung melupakan nilai-nilai hidup dan kehilangan arah kalau dihadapkan pada keuntungan pribadiā€¦. Tanpa Tuhan, hidup dan tingkah laku kita tidak ada artinya.

Santa Angela, yang seutuhnya menjadi milik Allah, akan membantu kita menemukan makna Allah dalam hidup kita.