Monthly Archives: Januari 2011

Selamat Pesta Emas Sr. Emma!

Selamat Pesta Emas Sr. Emma!

27 Januari 2011 adalah hari yang sangat spesial bagi pembimbing kita, Sr. Emma G, OSU. Tepat 50 tahun yang lalu Sr. Emma mengucapkan kaul pertamanya di tempat ini juga, Supratman 1, Bandung. Keluarga, sahabat, anak-anak dan para Suster datang dari berbagai tempat: Jakarta, Jateng, Jatim bahkan ada yang dari Papua. Dari US hadir Meity, Lena, Engeline, dan Mia dari Jakarta, dan Eny serta Lydia dari Bandung.

Di tempat penerima tamu dibagian buku kenangan setebal 100 halaman berjudul: “EMMANUEL, Allah beserta kita, Mengalami kehadiran Allah dalam tiga zaman.” Teman-teman yang tidak hadir akan dikirimi buku itu juga. Ada penari-penari cilik ikut menyambut tamu.

Masuk kapel, nampak Alkitab besar ditahkhtakan di depan altar. Hiasan kapel indah sekali, tapi bunga-bunga yang dipakai ternyata sederhana: Ada krisan kuning, banyak bunga knikir (tembelek) kuning, pisang-pisangan dan terong susu. Juga Sr. Emma memakai bros bunga knikir di bajunya. Bunga itu mempunyai makna khusus baginya, sperti dapat kita baca di buku kenangannya bab 7.

Ekaristi dipimpin oleeh Pater Martin Harun OFM pakar Kitab Suci dari Jakarta, dengan dua konselebran Pastor Harimanto OSC dan Pastor Samong OSC. Tema Ekaristi adalah “Emmanuel, Allah beserta kita.” Semua nyanyian diambil dari Madah Bakti dengan gaya Sunda, Jawa, atau keroncong (lagu persembahan). Dari awal kami diajak menyembah Allah Raja segala Raja dengan lagu: “Raja Agung.”

Raja agung, meraja di bumi,
Penuh Darma, Tuhan Maha kasih.

Takhta-Nya abadi selama-lamanya…

Semua teks doa, mulai dari ungkapan tobat sampai dengan berkat meriah diilhami oleh Kata-kata Santa Angela,
diantaranya doa tobat:

“Ya Tuhan, terangilah kegelapan hati kami. Berilah kami rahmat untuk memilih kematian daripada menghina diriMu yang Agung.

Kuatkanlah idra dan perasaan kami, agar kami tidak menyimpang dan tersesat, atau membelakangi sinar wajahMu, penghiburan setiap hati yang berduka.

Sudilah mengampuni dosa kami yang teramat banyak ini, demi Darah Kristus yang ditumpahkan karena cintaMu kepada kami.”

Paduan suara dari mudika Wiyataguna (tunanetra), sangat mengharukan melihat dan mendengar mereka menyanyi. Begitu tulusnya mereka memuji Allah. Mata mereka memang tidak melihat, tetapi mata hati mereka sangat jernih. Bacaan dari 1Yoh 1:1-4 dibawakan oleh Ansel, pemuda tunanetra.

Sr. Yuli bermazmur
“Aku mengasihi Tuhan. Dia sumber kekuatan.
Hidupku ‘kan menjadi aman dalam lindungannya
“.
Eny teman kita dengan mengenakan pakaian daerah, suara lantang dan jelas, membawakan Kata Pengantar dan Doa Umat.

Bacaan Injil diambil dari Yoh 1:1-4.14.16 .

Dalam khotbahnya Pater Martin berkata bahwa sungguh tepatlah bila hari ini Sabda Tuhan ditahtakan di depan altar. Sebab Dialah pusat hidup kita. Terutama bagi Sr. Emma hidup sangat berpusat pada kitab suci lebih-lebih sejak ikut dalam proyek penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Indonesia Masa Kini. Tiga orang ibu, Ibu Maria Sigar, Ibu Amsyati, dan termasuk juga Ibu Emma dengan penuh semangat mengerjakan apa yang saat itu disebut Alkitab dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari. Bukan menerjemahkan kata per kata, melainkan terjemahan dinamis menurut artinya, sehingga mudah ditangkap oleh kita di zaman ini dan bisa dialami bahwa Allah beserta kita dan hadir di tengah-tengah kita.

Sesudah homili, tiba saatnya Sr. Emma mengucapkan pembaharuan kaul ketaatan, keperawanan, dan kemiskinan dengan tangan ditumpangkan di atas Kitab Suci yang ditakhtakan sejak awal Ibadat Pagi. Sebelum dan sesudahnya, para Suster menyanyikan: “Di tengah umat Allah kupersembahkan nadarku… ”

Saat mengajak Doa Umat, Imam mengingatkan bahwa Allah telah memberi rahmat kepada kita untuk menarik diri dari kegelapan dunia guna melayani Dia, Tuhan yang Maha Agung. Doa umat yang dibawakan oleh Eny

antara lain mendoakan kesuburan panggilan suci hidup bakti sebagai Imam,
   

mendoakan Ursulin baik sekulir dan biarawati.

 

mendoakan Sr. Emma dan keluarga,
mendoakan Pastur Harimanto yang merayakan ulang tahun Imamatnya yang ke-18, juga doa untuk orang muda.

Persembahan diantar oleh Sr. Emma dan ibu Christine, adiknya, ke altar bersama penari-penari cilik dengan iringan musik kecapi suling: 5 putri membawa bunga tabur, 4 putra membawa umbul-umbul. Saat “Bapa kami” dinyanyikan, kami bergandengan tangan mendoakannya. Dalam komuni kudus kita bersatu sebagai milikNya, dan seiring dengan tema renungan kita tahun ini “Gesu Christo Unico Tesoro”, Yesus Kristus satu-satunya harta kita, dinyanyikan:

Kutahu Tuhanku, Engkau milikku, Engkau pilihanku, bahagia hatiku.

Pengasih, penyayang, Juruslamatku. Yesus, Kau kucinta, kini tekadku.

Kutahu, Tuhanku, Engkau kawanku, Engkau sahabatku, gembira hatiku.

Kutahu, Tuhanku, Engkau guruku, Akulah muridMu, ‘kan patuh selalu.

Misa ditutup dengan lagu meriah yang dinyanyikan dengan sepenuh hati oleh semua Ursulin: “Mulia, Angela Bunda.” Seusai Misa ada ucapan terima kasih dilanjutkan dengan sebuah drama kecil yang seru. Sr. Emma sendiri sebagai aktrisnya membawa koper, mencari becak. Ibu Yulia dari Pandu sebagai MC membantu panggilkan becak. Karena becak tidak segera datang, umat spontan bernyanyi: “Saya panggilkan becak, kereta tak berkuda Becak, becak coba bawa saya”. Datanglah becak betul-betulan (agak kecil) dari pintu samping dikendarai oleh Pastor Samong. Sr. Emma naik, lalu diadakan percakapan ini (seperti bab 6 dari buku kenangan)

Mang Becak: Neng, kalau seperti Neng ini tidak kawin ya?
Sr. Emma: Betul, Pak, kami tidak kawin.
Mang Becak: Seumur hidup?
Sr. Emma: Iya… seumur hidup
Mang Becak: Mana tahaaaaaaaan?

😀 😀 😀

Sr. Emma: Sudah tahan 50 tahun, nih Pak
Mang Becak: Apa rahasianya???
Sr. Emma: Itu tuh… yang di atas. Dia setia banget! Terus itu Suster Ursulin. Saya betah banget tinggal sama mereka.

Lalu becaknya maju sambil umat spontan bernyanyi “Saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki melihat dengan asyik ke kanan dan kekiri, lihat becak kulari bagai tanpa berhenti… Becak-becak jalan hati-hati.”

Saat makan bersama di ruang makan ada hiburan nyanyian oleh Ibu Ince dari Paroki Pandu dan Ibu Merci pemain keyboard. Ada juga tarian bersama, yang dimotori oleh para Suster. Beberapa ibu dan bapak yang nampaknya malu-malu, setelah mendapat kalungan selendang ternyata jago mendari dengan lincah!

Saudari dan mitra terkasih, walau tidak bisa menggantikan kehadiran anda di acara itu, saya berupaya menceritakannya sedikit lebih lengkap daripada jawaban atas sms “Gimana syukurannya Sr. Emma?” Kami merasa ini pesta kebersamaan. Semua yang hadir nampak happy sekali. Saya yakin Santa Angela hadir bersama kami dan ikut senyum gembira. Semua berjalan sesuai dengan yang dimohonkan oleh Sr. Emma: “sederhana, menyentuh, aman, dan terkendali.”

Terima kasih kepada anda semua yang mendoakan dari jauh. Kami percaya anda menyertai dalam doa Perayaan St. Angela. Jangan lupa, pernas kita, 5-9 Juli 2011, tinggal lima bulan lagi lho, mari persiapkan, jangan lewatkan.

Selamat Pesta, St. Angela! Dikau pasti amat gembira.

Mulia, Angela Bunda; gembira kami anak-anakmu.

Hidupmu Bunda Ang’la di buana semerbak,
setia pada Tuhan tak s’dikit pun menolak.
Kaum muda kaucinta, kauduga hatinya.
Dahaga ‘kan bahagia kau mengerti lemahnya.
Mulia, Angela Bunda; gembira kami anak-anakmu.

Jiwamu nan jernih mengejar yang benar.
Imanmu cah’ya kami di jalan surgawi.
Bila derita datang, ketakutan menyerang.
Jagakan pengharapan agar kukuh bertahan.
Mulia, Angela Bunda; gembira kami anak-anakmu.

Kau b’ri nyala pertama yang membakar dunia.
Cinta sesama bagai s’magat jiwa.
Ingin kami merasul seturut t’adanmu,
dalam jiwa nampak Kristus, kami abdi bersama.
Mulia, Angela Bunda; gembira kami anak-anakmu.

Iklan

KUPERSEMBAHKAN BUAT SUSTER EMMANUEL GUNANTO, OSU

KUPERSEMBAHKAN BUAT  SUSTER EMMANUEL GUNANTO, OSU


Angela berkata:

1. EMMA, “Engkau dipanggil dari kegelapan dunia untuk melayani Tuhan yang Maha Agung”

Dan Sr. Emma,mampu memahami rahmat panggilan dan hidup sepadan dengan pilihan bagi kemuliaan Tuhan dalam dalam Uni Roma Ordo Santa Ursula selama 50 tahun.

2. Panggilan khusus bagi Emma, menjadi mempelai sejati dan murni dari PutraNya dan ibu dari perawan dalam kompani.

Terpujilah Tuhan yang telah memilih Sr. Emma, sebagai pendamping kompani Ursulin Sekulir Indonesia sudah 22 tahun dan seterusnya. Selalu menanti senantiasa mendoakan.

3. Emma, lihatlah, betapa pentingnya persatuan dan keserasian, maka dambakanlah, carilah, peluklah, pertahankanlah itu sekuat tenaga

Dalam perjalanan Ursulin Sekulir Indonesia sejak berdirinya sampai sekarang, onak dan duri mewarnai kehidupan para anggotanya, dengan tangis dan airmata dan penuh pengorbanan Sr. Emma mengupayakan agar dalam serikat tercapai persatuan dan keserasian. Puji Tuhan, terciptalah suasana itu dan tak ragu lagi  AMATORE hadir dalam kompaninya.

4. Emma…. memiliki Yesus Kristus sebagai satu-satunya harta, karena di sana juga akan ada cinta kasih.

Dengan segala bakat dan talenta yang dikaruniai Tuhan, Sr. Emma, memberikan cinta,  perhatian dan meluangkan seluruh hidupnya untuk perkembangan Ursulin Sekulir dan umat pelayanannya.

**********************

Ya Bapa Surgawi, kami ingin bergembira bersama Suster Emma yang merayakan 50 tahun hidup membiara dalam Ordo Santa Ursula, Terima kasih untuk rahmat dan cintaMu, dan segala berkatMu yang telah Engkau berikan bagiNya secara khusus. Kami mohon berkatMu selanjutnya untuk hidup dan karyanya dan anugerah kesehatan, di hari-hari selanjutnya. Terima kasih Bapa, terima kasih Putra, terima kasih Roh Kudus. Alleluya, Alleluya, Amin

 


Kukirimkan sebagai tanda cinta dan terima kasihku.

Rosa US
rosamunda_dasilva@yahoo.co.id