* Keheningan

Pertemuan tentang keheningan dimulai dengan membahas meditasi.
Hening dihadapan Allah seperti dalam meditasi kristiani adalah bagian dari cara membaca kitab suci yang disebut Lectio Divina.
Lectio Divina terdiri dari
(1) Lectio (membaca kitab suci),
(2) Meditatio (meditasi),
(3) Oratio (doa diulang-ulang, misalnya: ”Dengarkanlah Dia” )
(4) Contemplatio (kontemplasi).

Penjelasannya adalah sebagai berikut:Untuk dapat menjadi hening perlu Sabda. Sabda adalah sarana kehidupan. Dalam meditasi kristiani kita hening di hadapan Allah, lalu berdoa: ”Maranata”, artinya Datanglah Tuhan. Kontemplasi adalah hening di hadapan Tuhan, tanpa kata, hanya hadir. Tujuan doa ialah bersatu dengan Tuhan, perjumpaan yang membawa persatuan. Persatuan dengan Tuhan membawa buah doa, yaitu perubahan dalam diri. Perubahan terjadi dalam kontemplasi. Di situ Tuhan mengambil alih, di situ Tuhan berperan. Kontemplasi adalah saat rahmat, saat kita disentuh Tuhan. Ini tidak bisa dipaksakan, kadang terasa melantur, kalau melantur, kembali pada kata yang diulang-ulang misalnya ”Maranata”.

Dalam mencari Allah dalam keheningan, yang penting adalah keheningan batin (’asal tidak bicara’ itu belum tentu hening), bukan lahiriah, karena suasana luar seringkali tidak bisa kita kontrol.

Bacaan kitab suci menyimpan banyak kutipan indah tentang keheningan ini. Kita bisa pakai kembali rangkaian kutipan dari kitab Mazmur dan ditutup surat rasul Petrus yang telah kita lalui ini, untuk dapat menuntun menuju keheningan.

Mzm 37: 7 Berdiam dirilah dihadapan Tuhan dan
nantikanlah Dia

Mzm 46:11 Diamlah, dan ketahuilah bawa
Akulah Allah

Mzm 42: 6 Mengapa engkau tertekan hai jiwaku,
dan gelisah di dalam diriku …

Mzm 42: 7 Jiwaku tertekan dalam diriku
sebab itu aku teringat pada-Mu

Mzm 63: 2 Ya Allah, Engkaulah Allahku
aku mencari Engkau

Mzm 131: 1 Tuhan, aku tidak tinggi hati
tidak memandang dengan sombong
Aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar,
atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku

Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku:
Seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya,
ya seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku
Mzm 131:2

Berharaplah kepada Tuhan,
hai Israel dari sekarang sampai selama-lamanya
Mzm 131:3

Jika aku terbang dengan sayap fajar,
juga disana tanganMu menuntun aku,
dan tangan kananMu menopang aku
Mzm 139:9-10

Mzm 139:12 Kegelapan pun tidak menggelapkan bagiMu
dan malam menjadi terang seperti siang . . .

Mzm 139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib …

Selidikilah aku, ya Allah dan kenallah hatiku,
ujilah Aku, kenallah pikiran-pikiranku
lihatlah apakah jalanku serong,
tuntunlah aku di jalan yang kekal
Mzm 139:23-24

Mzm 51:2 Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu
Menurut besarnya rahmatMu hapuskanlah pelanggaranku
… terhadap Engkau,
terhadap Engkau sajalah
aku telah berdosa

Mzm 51:12 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, baharuilah batinku dengan roh yang teguh.

1 Ptr 4:7-8 KUASAILAH dirimu dan jadilah TENANG supaya kamu dapat BERDOA
Tetapi yang terutama: KASIHILAH sungguh-sungguh seorang akan yang lain …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s