Monthly Archives: Desember 2009

Merawat pohon anggur

Merawat pohon anggur: Relasi

“Saya tidak punya waktu untuk berteman!”

Tak seorangpun akan membuat pernyataan seperti itu. Tetapi banyak orang menyatakannya lewat pilihan-pilihan mereka. Mereka tidak mempunyai waktu untuk makan malam bersama keluarga. Tidak ada waktu untuk bermain. Tidak ada waktu yang bisa “dibuang” untuk bercakap-cakap dengan kawan-kawan. Atau mereka menghabiskan waktu mereka bersama dalam suatu basa-basi, tidak pernah membagikan apa yang benar-benar penting. Apa yang mereka “tanam” dalam persahabatan sangat sedikit (Ingat: Jika begini caranya menanan, jangan berharap hasil yang besar).

Para ahli dunia intrenet memberitahu kita bahwa dua topic yang paling sering dibicarakan di internet adalah seks dan agama. Kita mengharapkan hubungan, kita menginginkan untuk dapat pergi keluar dari diri kita sendiri, untuk berhubungan dengan sesama. Kita ingin mempunyai relasi satu sama lain. Tetapi keinginan ini tersembunyi, ada di pojok-pojok rahasia. Budaya kita menyembunyikan apa yang sangat penting.

Kita dibuat untuk menjalin relasi satu sama lain! Tak seorangpun bisa mencapai kepenuhan tanpa orang lain. Dan pada akhirnya, seperti kata St. Agustinus kepada Tuhan, “Engkau menciptakan kami untuk dirimu, dan hati kami tidak tenteram, sampai bisa beristirahat dalam Dikau.”

SEORANG GURU KEBIJAKSANAAN

Keluarganya adalah persemaian bakat kehangatan persahabatan ANGELA MERICI. Mungkin karena itulah banyak sekali yang memanggilnya “Bunda”. Mereka mencari kebijaksanaan padanya dan menemukan baik kebijaksanaan maupun cinta.

Dia membuka dirinya untuk seseorang yang dipanggilnya “Kekasihku, atau, Kekasih kita semua.”

Angela menasihati para pemimpin Kompaninya agar para anggota “terukir” dalam hati dan pikiran mereka, “tidak hanya nama mereka, tetapi juga kondisi mereka, karakter mereka, dan setiap situasi dan keadaan mereka.” Pengertian seperti ini membutuhkan waktu bersama dan saling mendengarkan dengan mendalam.

Orang-orang tertarik pada Angela. Seorang kenalan yang menjadi sahabatnya, Agostino Gallo, berkata, “Tidak hanya saya yang tidak tahu bagaimana saya bisa hidup tanpanya, tetapi juga isteriku, dan seluruh keluargaku.” Mengapa? Dia mendengarkan apa yang ada di hati mereka, dan menjawab dari hatinya. Teman lainnya, Antonio Romano terpesona padanya pada pertemuan pertama, walau dia 20 tahun lebih muda. Angela menganggapnya serius, menghargai idealisme-idealisme mudanya, dan menyemangatinya untuk hidup sesuai dengan idealisme-idealisme itu.

Angela membagikan pikiran dan perasaan pribadinya dengan kawan-kawannya. Dengan bahasa sederhana, tanpa berpura-pura, dia bicara apa yang ada di hatinya. Dia dan teman-temannya menjadi lebih dekat satu sama lain, dan mereka bersama, menjadi lebih dekat dengan Tuhan.

RENUNGAN DAN PELAKSANAAN

Jika anda ingin merawat hubungan-hubungan dalam hidup anda, mungkin salah satu dari hal-hal di bawah ini dapat menolong.

1. Pernahkah anda “membuang” waktu dengan teman atau relasi melakukan sesuatu yang mengkondisikan sebuah sharing sederhana dan tenang? Atau anda selalu saja harus “melakukan” sesuatu seperti berbelanja atau menghadiri sesuatu? Berinisiatiflah mengadakan suatu saat pertemuan sederhana bersama.

2. Adakah hubungan yang ingin anda “tanam” menjadi lebih baik? Apakah anda cukup sabar untuk menunggunya sampai tumbuh?

3. Pernahkah anda berpikir tentang hubungan dengan Tuhan sebagai kesempatan untuk memperdalam persahabatan ini? Mungkin menaruh perhatian pada Sabda Tuhan dan menjawab apa yang anda dengar akan menolong.

4. Coba jalan-jalan bersama Yesus. Tunjukkan dan ceritakanlah padaNya apa yang kaulihat selama perjalanan. Tanyakan apa yang dilihatNya.

5. Pertemanan harus jujur, bahkan bila kejujuran itu melibatkan perasaan yang terkadang tampaknya negatif. St. Teresa dari Avilla, terkenal dengan persahabatannya yang erat dengan Tuhan, yang terkadang membuatnya menyalahkan: “Jika begini caranya Engkau memperlakukan kawan-kawanmu, tidak heran jumlahnya cuma sedikit!”. Adakah hal-hal yang terkadang membuat anda ingin menegur Tuhan? Mungkin menuliskannya atau mengatakannya akan menjernihkan hubungan. Tapi, jangan sampai lupa berdiam diri untuk membiarkan Tuhan berbicara juga padamu.

JEJAK KITAB SUCI

1) Yesus mengundangmu pada persahabatan! Dia membawamu pada keyakinanNya, dia membagikan makna hidupNya dan kata-kataNya. Bagaimana caramu mencinta adalah tanda hubunganmu denganNya. Dengarkan dengan penuh perhatian apa yang dikatakannya pada sahabat-sahabat terdekatnya – dan juga padamu – beberapa saat sebelum Ia meninggal:

“Inilah perintahku: kasihilan seorang akan yang lain sebagaimana Aku mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang menyerahkan nyawanya demi sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-sahabatku, jikalau kamu melakukan apa yang kuperintahkan kepadamu. Kamu tidak lagi disebut hamba, karena seorang hamba tidak tahu apa yang diperbuat tuan-tuannya. Aku menyebut kamu sahabat, sebab aku telah menyatakan kepadamu semua yang kudengar dari Bapaku” (Yoh 15:12-15)

2) Abraham dalam Kitab Suci disebut “sahabat Allah”. Rasul Yakobus mengatakan bahwa hubungan Abraham dan Allah adalah perpaduan antara percaya dan melakukan.

Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.” (Yak 2:22-23)

3) Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. (2 Kor 9:6)

4) Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku ya Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mat 27:46)

DOA

Engkau telah menciptakan kami untuk dirimu, ya Tuhan,d an hati kami tidak pernah tenang sampai beristirahat dalam Dikau.
– St. Agustinus dari Hippo
……………………..

Tuhanku, terangilah kegelapan hatiku, dan berilah aku rahmat untuk memilih mati daripada sekalipun menyinggung diriMu yang Agung pada hari ini. Kuatkanlah cinta dan perasaanku sehingga tidak akan menyesatkanku, baik ke kanan maupun ke kiri, atau memisahkanku dari pancaran cahaya wajahMu, yang penghibur setiap hati yang berduka.
– Angela Merici
……………………..

Tuhan jadikanlah aku alat pembawa damaiMu.
Dimana terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih;
dimana terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan;
dimana terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan;
dimana terjadi keraguan, jadikanlah aku pembawa iman yang teguh;
dimana terjadi keputus-asaan , jadikanlah aku pembawa harapan;
dimana terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang;
dan dimana terjadi kesedihan, jadikanlah aku membawa sukacita.

Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, mengerti daripada dimengerti, mencintai dari pada dicintai.
Sebab dengan memberi kami menerima, dengan mengampuni kami diampuni, dengan mati suci kami bangkit lagi, untuk hidup suci selama-lamanya. Amin
– St. Fransiskus dari Assisi
……………………..

Mengapa, Tuhan, mengapa?

Sumber: Tending your spirit – 2009
Company of St. Ursula in the USA
Tending your spirit
http://companyofstursula.org
Merawat pohon anggur – Relasi