Monthly Archives: Agustus 2009

Perjalanan dan Pertemuan di Flores

Selamat pagi saudari-saudari terkasih,

Saya sudah membaca tentang pertemuan kita yang lalu, dan kali ini saya akan lengkapi dengan perjalanan dan pertemuan di Flores. Memang sebuah ziarah yang sungguh luar biasa tahun ini diisi dengan hal-hal yang baru juga perjalanan yang baru menuju Flores untuk berjumpa dengan Saudari kita yang tidak dapat hadir dalam pernas di Bandung, yaitu : Yasintha Hajon, Nini dan Monica Uran.

Saya ditemani ka Oca dari Maumere ke Larantuka setelah saya menempuh perjalanan yang cukup panjang dan tiga kali transit dan sampai Maumere sudah pkl. 15.30 wkt setempat kami makan siang di tempat keponakan ka Oca, wah nikmat sekali makannya, karena udah lapar kali he.e.e. maklum di pesawat dapat makanan kecil saja. Setelah makan kami lanjutkan perjalanan menuju Larantuka sampai ditempat Yasintha sudah pkl. 20:30 waktu setempat. Aduh sampai kakiku kaku ngga bisa turun dari mobil.

Flores tempat yang indah, disekelilingi gunung,lautan dan hutan ada yang kering, gunung berbatu dan jarang penduduknya karena rumah mereka lebih banyak didalam kampung yang hampir tak terlihat dari luar karena tertutup hutan. Cuaca cerah, dan panas jadi  seperti di Bandung.

Hari ke 2 tgl. 23 Juli 2009, kami baru mulai pertemuan untuk membahas Pernas kita di Bandung utk Saudari-saudari di Flores, materi yang diberikan sama untuk mendalami segi-segi dari Ziarah Hidup Kita:

1. Hidup dalam Waktu
2. Tujuan Ziarah
3. Jalan ke Tujuan
4. Pemandu Ziarah
5. Berjalan Bersama
6. Berziarah dalam Suka cita
7. Hambatan-hambatan di Jalan
8. Mengisi Ziarah ini

Ruang pertemuan adalah sebenarnya ruangan pembuatan lilin, untuk 4 hari ruangan itu kami pakai untuk pertemuan sehingga pembuatan lilin tertunda, ini suatu pengorbanan buat rekan2 kita di Waibalun. dan kami percaya Amatore telah menggantinya jauh lebih banyak.

Ruang itu dibuatkan altar kecil dengan salib Yesus, Icon Bunda Angela, Kitab Suci, Lilin, bunga. Suasana terasa sangat hikmat dan sungguh kehadiran Amatore dan Bunda Angela begitu dekat sampai setiap sesion dapat diikut dengan penuh perhatian, sharing-sharing menambah pengalaman baru sehingga makna hidup panggilan lebih terarah dan apa yang mau dipenuhi dalam perjalanan hidup ziarah dari masing-masing kami secara khusus lebih memahami makna prakata regula dari Bunda Angela :” Kita dipanggil untuk suatu kehidupan yang mulia tetapi kita perlu berhati – hati dan bijaksana……. tidak satupun bentuk kejahatan yang tidak akan mencoba menghalangi kita.” 

Diakui dalam menjalani hidup panggilan ini, kadang membuat mereka ragu karena banyak mengalami kesulitan terutama faktor keuangan, tempat yang sangat jauh dan penghasilan yang serba terbatas lalu bagaimana kita harus berjuang menghadapi semua ini, kita ingat bahwa Tuhan telah memberi pada kita begitu banyak bekal dalam mengarungi hidup ini dengan ketrampilan maka apa yang dapat kita lakukan melalui bakat-bakat yang ada akhirnya dapat juga mengatasi kesulitan yang ada jadi jika kita mau pasti Tuhan di pihak kita.

Syukur tema pernas kali ini bisa lebih membuka mata hati kami dan mau mencari dan melihat kelemahan2 yang ada pada diri kita masing-masing, panggilan kita sebagai puteri St. Angela juga diingatkan kembali melalui pesan Injil Yoh.10 : 11-15 (Gembala Yang Baik)

Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. yang artinya kita mau mencontoh teladan Gembala yang baik didalam setiap langkah kita, sehingga apa yang dituliskan dalam Wasiat Terakhir Bunda Angela , “Langkah anda pertama senantiasa kembali ke Yesus Kristus” , dan  “Berdoa dengan sungguh-sungguh”,  karena Bunda tahu bahaya-bahaya yang mengancam hidup kita, hendaknya pesan-pesan ini perlu kita ingat terus didalam hati.

Pengalaman yang sungguh terindah kami boleh mengunjungi pulau kecil diseberang tempat tinggal Yasintha, kami dengan perahu kecil dengan dayung menuju tempat itu dan disana ada tempat yang luar biasa seharusnya menjadi tempat untuk merenung yang indah karena jauh dari kebisingan, tempat Patung Yesus Gembala yang baik, besar sekali dan dilengkapi dengan patung Domba-dombanya yang ada disekitarnya. Namun sayang beribu sayang tempat ini tidak lagi terawat dengan baik, penuh sampah daun2 yang berguguran karena kering. Harapan kami mudah-mudahan Keluarga Yasintha dapat memperhatian keberadaan tempat ini.

Untuk  sesion 4. Pemandu Ziarah dapat di wujudkan dengan nyata, pulau yang indah, Gembala yang gagah berdiri disana seakan Yesus ingin menyampaikan pesannya, “Gembalakanlah domba-dombaKu“. dan di tepi pantai air sudah mulai surut, Yasintha dan Ka Nini turun  keair untuk mencari kerang-kerang kecil untuk dimasak menjadi santapan malam kami. Kami semua senang juga menyanyikan lagu Tuhanlah Gembalaku, aku terjamin selalu.

Dalam Sesion 5 , kami kedatangan tamu yaitu : Pater Laurence Hambac SVD, Beliau juga sebagai pastor pemdamping US di Flores, dalam sesion ini Beliau juga menekankan betapa pentingnya dalam Hidup Bersama dipertahankan adanya Persatuan dan Keserasian, sehingga dengan sendirinya Cinta Kasih akan muncul dari masing-masing Pribadi, lalu timbul rasa Saling Menghargai, saling membantu, saling sabar diantara kita jadi pertahankanlah Persatuan dan Keserasian ini lebih dalam lagi. Seperti Nasehat Terakhir Bunda Angela menghimbau dengan Sangat pada Puteri-puterinya untuk terus menjalani Persatuan dan Keserasian ini dimanapun anda berada.

Semua sesion 6,7,dan 8 kami jalani tanpa mengurangi semangat untuk menyelesaikan tema-tema kita ini, padat dan penuh hal-hal baru untuk disharingkan, rasanya tidak mengurangi semangat yang sudah ditamankan oleh Sang Bunda pada kita, dan untuk sesion 8, sekali lagi kami ditemani oleh Pater Bernhard M’ller SVD asal Jerman dan seorang Frater Lucas jadi kami 7 orang berkumpul mendalami sesion 8 ini dengan mengambil waktu untuk:

Membaca Firman Tuhan,
Merenungkan dan
Melaksanakan Sabda Allah,

sebagaimana yang mau kita dalami untuk mengembangkan anugerah kontemplasi dari Konstitusi #11-17.

Hari itu bacaan diambil dari Injil Matius 13 : 31-35 ( Lima Roti dan dua Ikan)

Pater Bernhard , menggunakan cara Lectio Devina, Sabda Tuhan dibaca sebanyak 3 x, lalu mencari ayat yang menyentuh, disharingkan dalam doa. Dari hasil  renungan ini kami mendapatkan begitu banyak pengalaman ini dari masing-masing yang telah di sharingkan tadi, dan pesan Pater yang harus di ingat bahwa Hal yang sekecil apapun dapat  menimbulkan berkat yang luar biasa : dari 5 Roti dan 2 Ikan yang dibawa seorang anak dapat memberikan makan pada 5000 orang laki-laki banyaknya.  Sesuatu yang kelihatan tak berarti bagi orang banyak, namun cukup , bahkan masih meninggalkan sisa sebanyak 12 bakul penuh.

Disini kami diingatkan untuk berbagi. Sekecil apapun yang kita miliki jika itu dilakukan dengan iklas dan penuh tanggung jawab Percaya pada Tuhan maka tidak ada hal yang tidak dapat dilakukan oleh Tuhan pada kita. Berdasarkan pedoman atas panggilan hidup bakti kita ini marilah kita bersama-sama mengembangkan Anugerah Kontemplasi kita jauh lebih baik lagi karena relasi kita dengan Tuhan Sang Amatore-lah yang membuat kita lebih kuat dan tak tergoyahkan oleh apapun juga.

Akhir kata apa yang telah kami renungkan selama 4 hari di Flores dapat membawa inspirasi baru buat saudari-saudari dimanapun berada, kami dapat menyelesaikan acara di sana tidak lepas berkat bantuan dan dukungan doa anda semua. Maju Terus Pantang Mundur !!!. Jadilah Pewarta Kabar Gembira dimana anda berada.

Salam dari

Meity, Ka Oca, Yasintha, Nini dan Monica.

Tolong sampaikan juga limpah terima kasih kami kepada Sr. Emma yang telah mempersiapkan dan mengirimkan bahan pertemuan ini.
Sampai ketemu di Pernas yad.

Iklan