“Dari penerima bayi-bayi sampai perias jenazah…”

Halo, selamat datang di website kami. Hal yang sering ditanyakan adalah apa yang dilakukan oleh seorang ursulin sekulir?

Cara hidup kami adalah sebagaimana seorang awam katolik lainnya. Kami makan, minum, bekerja untuk mencari nafkah,melayani, berdoa, berteman, dan tidur.

Kak Yasintha Hadjon mengurus Panti Asuhan Pelangi di Waibalun. Kadang ada bayi yang baru saja lahir diantar ke Panti karena di saat melahirkan ibunya meninggal. Di Panti ada lebih dari 60 anak yatim piatu dan terlantar. Di sana mereka menemukan kasih sayang dan perlindungan. Maria Magdalena Mulyana (Kak Lena) melayani rias jenazah serta kelompok doa di Paroki Mangga Besar Jakarta. Margaretha Siti Aisyah yang akrab disapa Mbak Etha sehari-harinya mengurus adiknya yang sakit serta mengikuti kegiatan lingkungan, Veronica anggota Legio Mariae, juga Lusia Kaminah mengurus anak-anak asrama dan senang mengajak anak-anak mengikuti minggu gembira. Theresia Lilyana seorang katekis di Parokinya, St. Maria Tangerang dan juga aktif di Tim Kerahiman Ilahi KAJ dan paroki serta seksi liturgi lingkungan.

Mbak Eny, panggilan sayang dari Yohana Fransisca Eny Prihatiningsih menceritakan, “Aku menjadi karyawati di Biara. Aku disini bekerja untuk melayani para tamu yang akan bermalam di biara baik untuk skala besar maupun kecil. Aku mempersiapkan dari kamar tidur, ruang makan, ruang konferensi, dan aku harus mempersiapkannya dalam keadaan bersih. Aku juga setiap hari mengepel lantai yang begitu besar-besar ruangannya tetapi aku tetap bangga dan senang kalau orang yang kulayani merasa betah dan nyaman.”

Christina Mujilah atau Kak Tina gemar merangkai bunga di gereja, Lyd Kidarsa merancang dan bermazmur, Yustina mengurus bina iman dan Kak Catherine M Supriyani warga lingkungan pendoa adalah contoh beragamnya kegiatan seorang ursulin sekulir. Yang mempersatukan adalah semangat dari pendiri kami St. Angela Merici, sebagaimana dituturkan oleh Cresentiana Aso atau Kak Ona yang pada tanggal 5 Juli 2009 mengikrarkan kaul ketaatan, keperawanan, serta kemiskinan, untuk seumur hidup, “Saya bekerja sebagai guru Sekolah Dasar. Banyak suka dan duka yang kualami. Sukanya menghadapi anak yang lucu, polos dan menyenangkan. Kadang juga menghadapi anak yang nakal membuatku bisa stress dan merasa sebal. Namun segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Terima Kasih Tuhan untuk rahmat panggilan dan tugas yang diberikan kepadaku.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s